Hari Ini Kotaku Sunyi, Jumatpun Ditiadakan

by -

Hari Ini Kotaku Sunyi, Jumatpun Ditiadakan

Oleh Zulnadi

Hari ini Jumat 27 Maret 2020, kota ku mungkin juga termasuk kota anda akan terpuruk dalam kesunyian. Bisu.. membahana. Tak terdengar desing deru mesin oplet sebagai moda utama warga kota hendak ke pasar. Hanya satu dan dua mobil pribadi yang beranikan diri keluar. Tentu saja dengan alasan amat penting. Pasar sepi, hanya ditemani bunyi lalat hijau di seputaran los daging, atau tikus tikus mengintip di balik got yang tidak terawat. Bau! Ojek tradisional atau becak barang di seputar pasar Raya Padang masih setia menunggu dan berharap manakala langganan hari hari kemarin masih berbelanja hari ini. Matahari terus merangkak naik. Terik panaspun tak tertahankan. Jam sudah menunjukan 09.00 wib. Tanda langganan akan berbelanja semakin tipis. Pedagang cabe, kentang, kebutuhan lainnya dari subuh banyak berdiam ketimbang bergerak. Mata nanar mencari pembeli, hanya satu dua yang menghampiri. Itupun mereka membeli secukupnya. Tidak sama dengan pembeli hari hari sebelumnya dengan jumlah puluhan kilo, karena mereka memang mempunya usaha rumah makan atau restoran atau usaha kuliner lainnya. Itulah yang ditunggu-tunggu tukang ojek atau becak barang, begitu juga pedagang. Jarum jam sudah diangka 11.00 , yang ditunggu tak juga datang. Buyar reski tukang ojek, becak barang dan juga melanda pedagang pasar hari ini. Dengan letay tukang ojek menstater motornya. Bram…., tujuan hendak pulang untuk berberes beres ke masjid. Karena hari ini adalah hari besar ummat islam yang bagi kaum muslim wajib menunaikan sholat Jumat. Tapi anehnya..si tukang ojek ini tidak mendengar sesuatu yang lazim didengar, yakni lantunan suara mengaji dari menara masjid. Mungkinkah garinnya terlelap, bisik tukang ojek. Atau soundnya rusak. Tapi kenapa hampir semua masjid mengalami hal yang sama. Peduli amat, situkang ojek lalu parkikan motornya dan masuk ke rumah dengan membaca Assalamualaikum. Dijawab Alaikumsalam oleh seorang perempuan dengan dua anak yang masih kecil. Satu umur 3 tahun yang satu lagi 18 bulan. Si kecil sedang erat menyusu ASI yang diselingi dengan susu bubuk. Si tukang ojek terus ke kamar mandi dan setelah itu rapikan diri dengan kain sarung dan kemeja putih lengkap dengan pecinya. Sang istri tersenyum melihat penampilan suaminya yang begitu necis bersih, seperti mau berurusan dengan petugas nikah. “Kama uda ” ?, sela ibu dua anak ini, kok rapi bana. “He he, batanyo juo lai, kan kini hari Jumat, yo ka musajik lah”, jawab suaminya yang tukang ojek itu. “Oo.., katinggaan informasi Uda mah. Sajak tadi malam lah heboh urang… di media sosial gai.. Apo tu, induak bareh?. Mulai hari ko Jumat ndak ado. Diganti sholat zuhur di rumah masing masing. Walikota bersama pimpinan daerah lainnya diperkuat maklumat MUI, maka mulai hari ini, Jumat ditiadakan dan diganti dengan sholat zuhur di rumah masing masing. “Makanya telinga jangan digunakan untuk membaca, tapi untuk mendengar”, sebut istrinya. Tadi juga sudah ada pengumuman dari pengurus, bahwa Jumat ditiadakan. Mungkin sebentar ada pengumuman susulan ke dua. Belum habis istrinya berceramah terdengar suara dari masjid yang hanya berjarak 300 meter dari rumahnya. Tu… ,dangalah tu, seraya Si tukang ojek fokus mendengarkan. Oo.., gara gara virus corona yang tengah mewabah yo, makonya dilarang berkumpul. Ado istilah kerennyo namoe “Social Distancing (menjaga jarak antar manusia), sehingga wabah virus corona terputus mata rantainya. Jaga jarak ok, kata tukang ojek, tapi reski hari ini apes. Tak bisa menambah beli susu anak. Corona yang awalnya dari Wuhan China, kini merambah belahan dunia. Jika di Wuhan sudah reda, di negara lain baru berjangkit. Sumbar sudah kebagian 5 orang positif, jutaan dalam ODP( Orang Dalam Pemantauan). Dalam keadaan darurat, menghindar adalah suatu keharusan. Bahkan sunat hukumnya, termasuk mengganti sholat Jumat dengan sholat zuhur sah sah saja. Islam itu adalah agama yang tidak kaku. Untuk itu mari kita sikapi dengan bijaksana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.