Hutan Terjaga Ekonomi Masyarakat Meningkat dengan Hasil Hutan non Kayu
Semangatnews,Padang- Pembangunan hutan di Sumatera Barat harus melibatkan masyarakat yang tinggal dan bermukim di sekitar hutan itu. Bak pepatah mengikat padi dengan daunnya. Menjaga dan memelihara hutan dengan melibatkan masyarakat.
Hal ini ditegaskan Yozarwardi, Jumat 12/.6 2020 bahwa pembangunan dan pengelolaan hutan berbasis masyarakat ( Perhutanan Sosial ) menjadi prioritas Dinas Kehutanan.
Menjadikan, hutan sebagai nilai ekonomis bagi masyarakat tanpa merusak hutan.
“Kita libatkan mereka menjaga dan memelihara sekaligus diberi ruang untuk mengambil hasil hutan bukan kayu yang secara ekonomis sangat menguntungkan”, ujarnya.
Ke depan, dari 10 Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) yang telah dibentuk, masing-masing KPH harus memiliki satu produk unggulan hasil dari pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
Disebutkan, 10 UPTD KPH di Sumbar yaitu, UPTD KPH Pasaman Raya, UPTD KPH Lima Puluh Kota, UPTD KPH Agam Raya, UPTD KPH Bukit Barisan, UPTD KPH Sijunjung, UPTD KPH Solok, UPTD KPH Batang Hari, UPTD KPH , UPTD KPH Pesisir Selatan dan UPT KPH Mentawai.(zln/hms-smbr)

