Sebanyak 10 ribu bibit ikan gariang dilepas selama 2020
Semangatnews, Solok Selatan – Sikapi kelangkaan ikan, pihak dinas terkait telah melakukan penyebaran 10 ribu bibit ikan gariang di sejumlah sungai di dua Kecamatan di Solok Selatan selama tahun 2020.
Saat ini jenis ikan gariang itu sudah mulai langka, akibat di racun dan di sentrum oleh oknum masyarakat sejumlah sungai kecil, menengah dan sungai besar.
“Target penyebaran 20.000 bibit, yang telah disebar sekitar 10 ribu di Kecamatan Sangir, dan Sangir Jujuan tahun 2020 ini,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Solok Selatan, Del Irwan, Rabu (12/8/20)
Bagaimana ikan gariang tersebut bisa dikembangkan kembali, demi menjaga habitat sungai yang sudah terancam punah.
Di dua Balai Benih Ikan (BBI) Bariang dan Pakan Selasa, hanya ada sekitar 50 ekor jantan dan betina.
Pembibitan ikan gariang dilakukan di dua BBI tersebut, namun hasilnya lebih bagus di BBI Bariang Kecamatan Sangir. Sebab pertumbuhan bibit ikan gariang lebih cepat dibandingkan di BBI Pakan Selasa, Kecamatan Pauhduo.
Karena air di Sangir lebih sesuai dengan kondisi air di Pauhduo, justru itu seluruh induk gariang akan dipindahkan ke BBI Bariang.
Nah, untuk sebaran ikan gariang pun lebih cocok di Kecamatan Sangir, Sangir Jujuan dan Sangir Batang Hari ketimbang di sungai yang berada di KPGD, Sungai Pagu dan Pauhduo.
“Kondisi air di Sangir sangat mendukung untuk pengembangan gariang, justru itu kita sebar bibit ikan gariang disana,” paparnya.
Kemudian, ikan yang sudah mulai punah seperti bibit kulari, malaguang, gurami, dan ikan OI. Saat ini sebut Del Irwan, sedang dalam pembibitan. Ikan ini juga akan disebar di tujuh kecamatan nantinya.
Mana sungai yang cocok, maka disana akan dikembangkan lebih banyak. Sedangkan pembibitan ikan patin terkendala indukan, dan akan dimulai pembibitan sekitar September 2020 nanti.
“Kita menyebar ikan sesuai sungai yang cocok untuk berbagai jenis ikan yang sudah mulai langka atau punah,” ujarnya.
Untuk pembibitan ikan di Solok Selatan, lebih dipengaruhi suhu. Apalagi bila berada diatas 27 derjat atau dingin, maka banyak terjadi kegagalan yang sudah dialami oleh pertugas di BBI.
Justru itu, jenis ikan gariang, kulari, lebih cocok di daerah suhunya panas. Kalau di Pauhduo, udaranya cukup dingin sehingga berpengaruh terhadap pembibitan ikan yang sudah mulai punah tersebut.
“Pembibitan ikan hingga penetasan lebih ditentukan oleh suhu. Kalau dingin, cenderung banyak gagal,” bebernya.
Pihaknya pun berencana akan membangun labor di BBI Bariang, butuh dukungan anggaran Rp500 juta. Seperti pengadaan aqurium, airator, instanlasi, dan lainnya.
Adanya labor, maka memudahkan dinas terkait dalam peningkatan pembuatan benih ikan setiap tahunnya.
Maka akan diupayakan pembangunannya di tahun 2021 nanti, sehingga dukungan labor terealisasi untuk pencapaian target dan Program Pemkab Solok Selatan dalam penyebaran ikan yang sudah mulai langka di sejumlah sungai di Solsel.
“Justru itu, ekosistem sungai yang langka mesti harus dilakukan penyebaran bibit ikan gariang, kulari dan lainnya,” bebernya.

