Budi Waseso: Indonesia Darurat Nakorba

by -

Semangat Universitas Bung Hatta-Indonesia sejak tahun 1972 saat presiden Soeharto telah darurat Nakorba, hingga sampai hari ini Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia darurat nakorba. Ada 11 negara yang mensupllay narkorba dengan bermacam-macam bentuk masuk ke Indonesia dan ini telah merusak para generasi muda bangsa dari waktu ke waktu.

Hal di sampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso saat memberikan kuliah umum di kampus Universitas Bung Hatta, Senin, (11/12/2017).

Kepala BNN Budi Waseso lebih jauh mengatakan saat ini di Indonesia korban nakorba meninggal setiap harinya 50 orang. Dan angka pasti terhadap penyalahgunaan nakorba tidak dapat dihitung, dia ibarat gunung es yang tidak kelihatan secara akurat, kita baru tahu saat mereka ketahuan dan tertangkap dalam satu kegiatan.

“Oleh karena itu, saya menghimbau agar setiap komponen bangsa mesti perang dan berantas narkoba sampai keakar-akarnya. Mulai dari desa, nagari, jorong, kecamatan, kabupaten dan kota agar melakukan hal-hal kewaspadaan terhadapat jaringaj nakorba, jika tahuan tangkap serahkan kepada pihak berwajib,” himbaunya.

Komjen Budi Waseso juga menegaskan, jika ada aparat yang terlibat dalam kegiatan penyalahgunaan nakorba mesti ditindak secara hukum oleh instanstinya masing-masing, pihak kepolisian oleh kepolisian, pihak militer oleh militer sendiri, aparat BNN oleh BNN sendiri.

Tidak ada ampun bagi pengedar dan para jaringan nakorba di Indonesia, tembak mati para bandit narkoba ditempat, atau dikasih makan nakorba agar kelebihan dosis, ini lebih baik karena mereka telah membunuh ribuan orang karena nakorba.

Jaringan dan para pengedar nakorba mereka lebih lihay dari para petugas kita, karena itu masyarakat agar ikut serta melakukan pengawasan lingkungan, jika ada hal-hal yang mencurigakan dapat melakukan tindakan bersama aparat penegak hukum, agar enyah dari lingkungan tempat tinggal.

Dari data yang ada satu jaringan nakorba di Indonesia memperoleh keuntungan 3,6 Triliun setahun, sementara jumlah jaringan yang diketahui ada 77 jaringan, mereka bergerak dimana-mana saat kita tegas mereka diam dan sembunyi, disaat kita lalai Merek beraksi.

Mereka saat ini sudah sampai ke desa desa, karena itu semua masyarakat Indonesia dimanapun berada agar hati -hati dan waspada terhadap berbagai bentuk obat, makanan dan minuman,” seru Budi Waseso.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.