Jakarta, Semangatnews.com – Pertandingan leg kedua Liga Champions antara Manchester City dan Real Madrid diprediksi berlangsung panas, namun pelatih Pep Guardiola justru menyoroti hal yang tak biasa jelang laga penting ini.
Manchester City datang dengan beban berat usai kalah telak 0-3 pada leg pertama. Hasil tersebut membuat mereka wajib menang dengan selisih besar jika ingin menjaga asa lolos ke babak berikutnya.
Meski membutuhkan banyak gol, Guardiola menegaskan bahwa mencetak gol bukanlah kekhawatiran utamanya. Ia justru lebih fokus pada aspek pertahanan timnya yang dinilai masih belum solid.
Guardiola mengaku cukup yakin timnya mampu menciptakan peluang, terutama saat bermain di kandang sendiri. Ia menilai Etihad Stadium kerap menjadi tempat di mana timnya tampil agresif dan produktif.
Namun, kekhawatiran terbesar pelatih asal Spanyol itu adalah bagaimana timnya mampu bertahan dengan baik menghadapi serangan balik cepat Real Madrid.
Menurutnya, menghadapi tim seperti Real Madrid bukan hanya soal mencetak gol, tetapi juga menjaga keseimbangan permainan agar tidak kebobolan yang justru bisa memperburuk situasi.
Pada leg pertama, lini belakang Manchester City terlihat rapuh saat menghadapi tekanan intens dari Madrid. Hal ini menjadi evaluasi utama jelang pertandingan penentuan.
Guardiola juga menyadari bahwa mencetak lebih dari tiga gol ke gawang Real Madrid bukanlah perkara mudah. Tim asal Spanyol tersebut dikenal memiliki pertahanan yang disiplin dan pengalaman tinggi di kompetisi Eropa.
Selain itu, faktor mental juga menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain City. Mereka harus tetap percaya diri meski berada dalam posisi tertinggal cukup jauh.
Di sisi lain, Real Madrid diprediksi akan bermain lebih pragmatis dengan mengandalkan serangan balik cepat untuk memanfaatkan celah yang ditinggalkan City.
Dengan kondisi ini, laga di Etihad bukan hanya soal produktivitas gol, tetapi juga menjadi ujian besar bagi keseimbangan permainan Manchester City, terutama dalam menjaga lini pertahanan mereka.(*)

