Guncangan Pasar Modal: IHSG Ambruk 1,27 Persen, Kembali ke Level 8.298

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, dengan melemah 1,27 persen dan kembali turun ke level 8.298. Koreksi ini menjadi sorotan pelaku pasar setelah sempat mencatatkan penguatan dalam beberapa sesi sebelumnya.

Data perdagangan menunjukkan bahwa sentimen negatif dominasai pasar saham Indonesia, dengan mayoritas sektor berada di zona merah, mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat pada mayoritas saham unggulan.

Sektor energi menjadi salah satu pemberat utama indeks hari ini, diikuti oleh sektor konsumer non-primer dan properti yang mengalami tekanan jual cukup berat. Saham-saham unggulan yang turun mencerminkan lemahnya minat beli investor pada saham siklikal.

Nilai transaksi harian mencatat angka yang signifikan, mencerminkan aktivitas jual beli yang tinggi di tengah dinamika pasar yang volatil. Meski sempat bergerak di zona hijau pada awal sesi, IHSG akhirnya tidak mampu mempertahankan penguatannya hingga akhir perdagangan.

Analis pasar mencatat bahwa tekanan jual ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan proteksionis yang kembali mencuat dari Amerika Serikat, yang membayangi sentimen investor di pasar negara berkembang termasuk Indonesia.

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan investor. Rupiah yang relatif melemah memberikan tekanan tambahan terhadap arus modal asing yang cenderung mencermati risiko global.

Meski begitu, beberapa investor melihat bahwa koreksi hari ini bukan sepenuhnya mencerminkan fundamental domestik yang memburuk, tetapi lebih sebagai reaksi pasar terhadap berita eksternal yang memicu tren risk-off.

Pergerakan ini membuat indeks menghadapi tantangan teknikal pada area resistance psikologis di sekitar level 8.400 yang menjadi batas kuat untuk memicu penguatan lanjutan. Jika dapat menembus level itu, kemungkinan ruang rebound masih terbuka menuju target jangka menengah.

Sementara itu, beberapa saham sektor keuangan masih menunjukkan penguatan ringan, yang mencerminkan sentimen selektif investor terhadap emiten dengan fundamental yang relatif solid.

Para pelaku pasar kini mencermati pergerakan ekonomi global, kebijakan tarif dagang, dan kebijakan moneter di negara maju yang akan mempengaruhi arus modal serta sentimen investasi jangka pendek di pasar modal Indonesia.

Dengan dinamika pasar seperti ini, investor disarankan tetap waspada dan mempertimbangkan strategi investasi jangka panjang serta diversifikasi portofolio untuk menghadapi periode volatilitas yang masih berlanjut.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.