Masayu Anastasia Ungkap Perasaan Tak Enak‑Hati Saat Didorong Rujuk ke Lembu Wiworo Jati

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Aktris Masayu Anastasia mengungkap rasa tidak nyaman yang ia rasakan ketika warganet terus‑menerus memintanya untuk rujuk dengan mantan suaminya, Lembu Wiworo Jati. Meskipun hubungan mereka sudah berjalan baik dalam pola pengasuhan bersama, tekanan publik ternyata menghadirkan beban emosional tersendiri.

Menurut Masayu, komentar‑komentar yang meminta agar ia dan Lembu kembali sebagai pasangan sering muncul di berbagai platform media sosial, dan hal itu kerap membuat suasana hati keduanya terasa canggung. Ia menyebut bahwa tiap kali topik rujuk mengemuka, ia menjadi “tidak enak hati” terhadap Lembu.

Aksi bersama keduanya demi kebahagiaan putri mereka, Samara Anaya Amandari, membuat warganet mengira rujuk adalah langkah logis. Padahal, Masayu menegaskan bahwa komitmen keduanya saat ini adalah co‑parenting, bukan romantika yang kembali.

Meski telah resmi berpisah sejak 2016, Masayu dan Lembu memilih menjalin hubungan yang harmonis demi putri mereka. Kebersamaan dalam momen ulang tahun, liburan keluarga bersama, dan aktivitas publik lainnya menunjukkan bahwa mereka masih satu tim sebagai orang tua.

Masayu menuturkan bahwa kesejahteraan Samara menjadi prioritas utama. Ia percaya bahwa anak tunggalnya harus merasa punya kedua orang tua secara utuh, meski dalam situasi yang berbeda dari pasangan yang tinggal bersama.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan mereka saat ini adalah pilihan bersama dan disepakati demi kematangan, bukan karena harapan untuk kembali menjadi suami‑istri. Ia hingga meminta agar publik menghormati batasan tersebut dan tidak terus mendorong rujuk.

“Banyak yang komen di Instagram meminta untuk rujuk. Sampai aku jadi merasa tidak enak sama Lembu‑nya,” ungkap Masayu di salah satu kesempatan temu media di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Ia menambahkan bahwa Lembu sendiri kadang merasa tertekan ketika komentar‑komentar seperti itu muncul. “Lembu tuh kadang bilang, ‘ini ada apa sih, kok aku kayak diserang banget ya?’” kata Masayu menirukan.

Meski demikian, Masayu dan Lembu berusaha menjaga citra positif dan ketenangan agar Samara tidak terganggu dinamika orang tuanya. Mereka memilih agar hubungan tetap edukatif dan damai demi tumbuh‑kembang anak.

Di tengah sorotan publik dan tuntutan percepatan rujuk, Masayu memilih fokus pada produktivitas pekerjaan, kualitas waktu bersama anak, dan menjaga keseimbangan emosi. Ia berharap masyarakat memahami bahwa kebahagiaan bukan selalu identik dengan kembali, namun identik dengan pilihan yang tepat bagi semua pihak.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.