Jakarta, Semangatnews.com – Kim Yo Jong, adik perempuan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, resmi mendapatkan promosi jabatan strategis di struktur Partai Buruh Korea Utara setelah berlangsungnya Kongres Partai Buruh ke-9, yang digelar sejak beberapa hari terakhir di ibu kota Pyongyang.
Promosi itu diumumkan oleh media pemerintah Korea Utara, yang menyebutkan bahwa Kim Yo Jong diangkat dari posisi wakil direktur departemen menjadi direktur departemen penuh di Komite Pusat Partai Buruh. Jabatan baru ini menjadikannya salah satu figur kunci di jajaran elite partai yang berkuasa di negara komunis itu.
Kenaikan jabatan ini tertuang dalam hasil rapat pleno pertama Komite Pusat Partai Buruh yang berlangsung pada hari pertama kongres. Kim Yo Jong termasuk salah satu dari 17 direktur departemen yang ditunjuk dalam komite terbaru Partai Buruh.
Sebelumnya, Kim Yo Jong dikenal sebagai wakil direktur dalam struktur partai dan dikenal memiliki peran dekat dengan kakaknya, Kim Jong Un, dalam berbagai kebijakan internal maupun hubungan antarnegara. Promosi ini sekaligus menandai penguatan posisi politiknya setelah beberapa tahun berkiprah di lingkaran dalam rezim Pyongyang.
Selain itu, media negara juga melaporkan bahwa Kim Yo Jong dipulihkan kembali sebagai anggota alternatif Politbiro Partai Buruh, yang merupakan badan pengambil keputusan tertinggi kedua setelah sekretaris jenderal partai. Pengangkatan kembali ke Politbiro memperlihatkan kepercayaan yang meningkat terhadap perannya dalam struktur kekuasaan.
Jabatan baru ini tidak disebutkan secara spesifik menangani bidang apa, tetapi analis politik percaya bahwa posisi itu akan semakin memperkuat pengaruh Kim Yo Jong dalam menentukan arah kebijakan dalam negeri dan luar negeri Korea Utara, khususnya berhubungan dengan isu-isu diplomatik strategis.
Kongres Partai Buruh ke-9 itu sendiri merupakan forum politik tertinggi yang digelar setiap lima tahun sekali dan menjadi momen penting bagi lider Korea Utara untuk memetakan kebijakan besar negara dalam jangka panjang. Selain agenda kepengurusan partai, kongres juga dijadikan panggung untuk menegaskan stabilitas rezim dan strategi nasional.
Dalam kongres tersebut, Kim Jong Un juga kembali terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh, mempertegas cengkeramannya atas kepemimpinan negara sekaligus menunjukkan kesinambungan politik di tengah tantangan ekonomi dan keamanan regional.
Promosi Kim Yo Jong dipandang oleh pengamat sebagai langkah strategis yang bisa memengaruhi hubungan Korea Utara dengan negara lain, termasuk dalam urusan inter-Korea dan kebijakan terhadap Amerika Serikat, di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di Semenanjung Korea.
Beberapa analis juga menilai bahwa langkah ini mungkin mencerminkan upaya Kim Jong Un untuk memperkuat loyalitas keluarga dalam posisi manajerial penting, sekaligus menjaga kesinambungan kekuasaan di lingkungan partai yang sangat tertutup dan terkontrol ketat.
Penguatan posisi perempuan itu dalam struktur politik Korea Utara menarik perhatian internasional, karena negara tersebut jarang memberikan jabatan tinggi kepada perempuan selain dari lingkaran keluarga pemimpin.
Dengan perubahan ini, dinamika politik dalam rezim Pyongyang diperkirakan akan berubah secara subtansial dalam beberapa tahun mendatang, terutama dalam aspek kebijakan luar negeri dan penataan hubungan diplomatik yang selama ini menjadi fokus beberapa pemerhati kawasan Asia Timur.
Promosi terhadap Kim Yo Jong sekaligus menunjukkan bagaimana struktur partai berkuasa di Korea Utara terus memprioritaskan loyalitas, konsolidasi kekuasaan, serta kesinambungan ideologi partai sebagai bagian dari strategi negara yang sangat tertutup namun tetap menjadi aktor penting dalam geopolitik global.(*)
