Ridwan Dt. Tumbijo, Mandeh Siti Sosok Pejuang Perempuan Yang Taat Beragama Islam

by -

Manggopoh, Semangatnews.com – Kita berharap kehadiran buku sejarah Siti Manggopoh dalam perang pajak tahun 1908 ini dapat menjadi referensi dalam berbagai elemen media, cerita randai, film dokumenter dan lain sebagainya. Maka penelitian penelusuran sejarah Siti Manggopoh agar lebih disempurnakan dengan berbagai kemungkinan dimana penelusuruan sejarah itu ada pada zamannya.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Ridwan Dt. Tumbijo, ketika memberikan tanggapan atas penyampaian materi dari ketua tim peneliti penelurusan sejarah Siti Manggopoh, Nagari Manggopoh, Sabtu pagi, ( 7 /03/2026).

Lebih lanjut Ridwan menyampaikan, keseriusan tim dalam mengemas semua bukti-bukti dan berbagai hal yang berkaitan dengan keberadaan perang pajak 1908 dan keterkaitannya dengan kondisi secara umum pemerintahan Hindia Belanda bagaimana.

“Kita melihat perang pajak Siti Manggopoh ini tidak terjadi di Manggopoh saja melainkan ada rangkaian secara langsung Perang Manggopoh dengan Perang Kamang pada tahun yang sama hari saja yang berbeda ?. Lalu apakah perang pajak juga terjadi pada daerah-daerah lain di Minangkabau ataupun di luar Minangkabau ?. Tentu ini akan menjadi referensi yang menarik nantinya,” ungkapnya.

Ridwan juga mengatakan perjuangan Siti Manggopoh tidaklah melambangkan sosok perempuan yang lemah-lembut, akan tetapi sosok pejuang perempuan tangguh pemimpin kesatria yang hebat malam peristiwa itu dalam menyelesaikan misinya secara heroik membinasakan lebih dari 53 orang serdadu Hindia Belanda dimarkas Manggopoh.

“Jadi tidaklah benar jika ada isu-isu cerita Mandeh Siti menari-nari terlebih dahulu dengan serdadu Hindia Belanda dalam perang Manggopoh tersebut. Mandeh Siti adalah sosok perempuan, ibu dan istri yang taat menjalankan syariat agama islam secara baik dan juga setia pada suaminya, dimana sampai akhir hayat beliau tidak bersuami lagi,” ujarnya.

Ketua Tim Penelitian Dr. Zulqayyim menyampaikan presesntasi penelusuran sejarah Siti Manggopoh dan Parang Pajak 1908

Ketua Tim Penelitian Penelusuran Sejarah Buku Siti Manggopoh Perang Pajak Tahun 1908, Dr. Zulqayyim,M.Hum dalam kesempatan itu juga menyampaikan, dalam pelaksanaan penyusunan penelitian penelusuran sejarah Siti Manggopoh ini kita akan melakukan berbagai tahapan.

“Pola penyusunan buku sejarah disusun secara sistematis dan kronologis berdasarkan tahapan penelitian: pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi/kritik, interpretasi, dan historiografi. Struktur penulisannya umumnya mengikuti alur orientasi, urutan peristiwa/kronologi, dan reorientasi. Data diolah secara faktual, mendalam, dan naratif untuk merekonstruksi masa lalu,” ungkapnya.

Zulqayyim menambahkan, penelusuran sejarah ini kami akan mengawali dengan mendalami literasi data dan informasi tentang perang pajak (Balesting) baik dalam literasi berbagai perpustakaan yang ada di Belanda, Arsip Nasional maupun hal-hal yang ada dari cerita-cerita para tokoh yang tahu tentang perang pajak Siti Manggopoh ini.

“Kita juga akan menelusuri peristiwan perang kamang apakah ada kaitan emosi yang kuat dan bagaimana juga dengan pergolakan penolakan pajak ini bagi masyarakat Minang dibeberapa daerah lainnya pada tahun yang sama dan bagaimana perang pajak ini terjadi di daerah lain ?, kita akan coba pelajari ini lebih rinci lagi,” terangnya.

Zardi Syahrir, SH.MM Kepala Bidang Sejarah, Adat dan Nilai-Nilai Tradisi ( Jarahnitra) dalam kesempatan itu juga menyampaikan, dalam Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) atau Term of Reference (TOR) sebagai panduan pelaksanaan dan acuan anggaran agar kegiatan berjalan efektif dan sesuai prosedur, bahwa penulisan buku ini berupaya mengingatkan kembali perang Manggopoh sekaligus menempatkan figur penting Siti Manggopoh simbol perlawanan rakyat Indonesia.

“Lebih dari pada sekedar peristiwa perjuangan Siti Manggopoh sebagai pemimpin perjuangan, mencerminkan keterlibatan aktif perempuan dalam gerakan anti kolonial. Dan Siti Manggopoh sebagai pahlawan nasional dengan menegaskan relevansi, semangat perjuangan dan nilai – nilai kebangsaa dari perjuangannya,” tegasnya.

Zardi juga katakan, tujuan penulisan ini antara lain, mengkaji perang pajak Manggopoh 1908, mengangkat peran perempuan dalam perlawanan kolonial dan mengingatkan kepedulian, rasa cinta tanah air dan keberanian sosok perempuan diluar terhadap perjaungan Siti Manggopoh agar terbebas dari belenggu penjajahan kolonial.

“Penulisan Buku Siti Manggopoh ini sebagai dukungan akademik dan historis bagi proses pengusulan Siti Manggopoh sebagai pahlawan Nasional. Kehadiran buku ini juga nantinya diharapkan sebagai sumber inspirasi, pembelajaran dan penguatan jati diri, melalui pelestaria sejarah yang berkelanjutan di Sumatera Barat menjaga masa lalu, membangun pondasi nilai-nilai kebudayaan yang kokoh masa depan,” ujarnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.