Tanah Ambles di Semarang Meluas hingga Dekat Permukiman Akibat Hujan Deras, Warga Meningkatkan Kewaspadaan

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan tanah yang disebabkan oleh hujan deras dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, semakin parah dan mulai mendekati pemukiman warga di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur. Fenomena ini tidak hanya mengancam infrastruktur jalan, tetapi juga keselamatan warga yang tinggal di sekitar kawasan longsor yang terus meluas.

Longsoran di sepanjang Jalan Arjuna, yang telah berlangsung sejak 2022, kini telah mencapai jangkauan sekitar 1,5 kilometer, dengan lebar hampir 250 meter dan tinggi tebing longsor mencapai puluhan meter. Pergerakan tanah ini semakin cepat karena tanah jenuh akibat curah hujan tinggi yang terus mengguyur kawasan tersebut belakangan ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, mengatakan kondisi tanah yang mudah lumer membuat aliran air masuk ke dalam lapisan tanah dan menyebabkan pergeseran bawah permukaan semakin agresif. Ketika air mencari celah, tanah bagian bawah ikut terseret sehingga permukaan amblas.

Menurut data pemerintah daerah terbaru, pergeseran tanah di Desa Kalongan kini mencakup area lebih dari lima hektare. Lereng tanah yang curam, dengan kemiringan hingga hampir 70 derajat, sangat rawan runtuh, terutama jika curah hujan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi ini membuat kekhawatiran warga semakin meningkat. Warga di RT 4 RW 3 yang berada di sisi selatan kawasan longsor kini merasa was-was karena gerakan tanah semakin mendekati rumah mereka. Sekitar 22 kepala keluarga di wilayah itu dinilai berisiko jika longsoran terus bertambah.

Bukan hanya tanah bergerak saja yang menjadi ancaman, jalur alternatif antara Kabupaten Semarang dan Kabupaten Demak juga telah terputus akibat amblasnya badan jalan. Pergerakan tanah yang terus berlanjut membuat akses transportasi menjadi terganggu dan memaksa warga menggunakan jalur lain dengan jarak tempuh lebih jauh.

Curah hujan yang tinggi di kawasan Jawa Tengah belakangan ini memang menjadi faktor utama pemicu longsoran. Menurut prakiraan cuaca, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Jateng pada hari ini, sehingga potensi fenomena tanah amblas maupun longsor masih tetap tinggi.

Sebagai upaya antisipasi, BPBD telah memasang sistem peringatan dini di kawasan terdampak. Sistem ini diharapkan dapat memberikan sinyal awal kepada warga dan petugas jika terjadi pergerakan tanah yang signifikan agar evakuasi bisa dilakukan lebih cepat.

Pihak berwenang juga telah berkoordinasi dengan Badan Informasi Geospasial untuk mendapatkan kajian teknis yang lebih mendalam tentang kondisi tanah di lokasi tersebut. Analisis ini diharapkan dapat membantu merumuskan langkah penanganan yang lebih tepat dan terencana ke depannya.

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar kawasan longsor kini mulai memindahkan barang-barang berharga mereka dari rumah sebagai langkah berjaga-jaga jika pergerakan tanah semakin cepat. Beberapa di antaranya memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tempat yang dianggap lebih aman.

Warga dan pemerintah desa setempat terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi pergerakan tanah. Langkah kesiapsiagaan dianggap penting agar tidak terjadi korban jiwa jika longsor susulan tiba-tiba terjadi.

Fenomena tanah amblas yang makin mendekati permukiman ini menjadi pengingat bahwa dampak hujan deras tidak hanya sekadar banjir, tetapi juga bisa memicu pergerakan tanah yang berbahaya, terlebih di wilayah berbukit seperti Kabupaten Semarang.

Koordinasi seluruh pihak, mulai dari BPBD, pemerintah daerah, hingga lembaga teknis diharapkan mampu meminimalkan risiko bencana dan melindungi keselamatan masyarakat di wilayah yang terdampak.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.