Kadis LH Sumbar : Produksi Timbunan Sampah Padang Tertinggi, Sawahlunto Terendah

by -

Kadis LH Sumbar : Produksi Timbunan Sampah Padang Tertinggi, Sawahlunto Terendah

Semangatnews, Padang – Produksi timbunan sampah yang tertinggi di Sumbar, Kota Padang, 237.936 Ton/Tahun atau 640 ton / hari  dan Kota Bukittingg,  44.442 Ton/Tahun atau 121 ton / hari. Sementara produksi timbulan sampah terendah di Sumatera Barat : Kota Sawahlunto 6.647 ton/Tahun.

Hal ini diungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat Ir. Aisyah,Msi disela-sela kesibukannya kepada semangatnews.com, Jum’at (28/2/2020).

Kadis LH Sumbar menyampaikan selama ini upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah Provinsi Sumtera Barat dalam mendorong masyarakat peduli sampah.

“Pemprov Sumbar telah memfasilitasi pendampingan pembentukan bank sampah di kabupaten/kota pada kawasan pemukiman dalam bentuk pilot project. Memberikan sosialisasi pengelolaan sampah ke masyarakat di daerah perbatasan kabupaten/kota yang selama ini belum terjangkau pelayanan pengelolaan sampahnya oleh Pemerintah Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Siti Aisyah juga katakan pengelolaan sampah dengan memfasilitasi pendampingan pembentukan bank sampah di daerah perbatasan kabupaten/kota untuk membantu pemerintah kabupaten/kota dalam upaya menanggulangi permasalahan sampah didaerah perbatasan kabupaten/kota yang selama ini selalu menjadi polemik antara dua kabupaten/kota.

“ Kita juga membuat inovasi daerah seperti Program Wanita peduli Sampah yang melibatkan PKK Provinsi dan menggandeng perusahaan-perusahaan untuk memfasilitasi Dasawisma binaan kabupaten/kota dengan memberi bantuan berupa sarana prasarana pengelolaan sampah seperti tempat sampah terpilah, komposter dan solar biodegester sehingga diharapkan dapat mengurangi sampah dari sumber. Memberikan Bimbingan teknis kepada kelompok masyarakat seperti Dasawisma bagaimana cara melakukan pengolahan sampah di rumah tangga,” ungkapnya

Kemudian pemprov Sumbar juga membuat program kegiatan seperti Gerakan Sumbar Bersih (GSB) dengan mengadakan Lomba Kecamatan dan Kelurahan  Bersih dan Hijau yang melibatkan seluruh kabupaten/kota, sehingga diharapkan dari kegiatan ini dapat mendorong partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah.

“Kita juga mendorong pemerintah kabupaten/kota meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah dan pemerintah Provinsi memfasilitasi dengan menyediakan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) secara regional yang dapat menampung sampah dari beberapa kabupaten/Kota. Saat ini ada 2 (dua) TPA Regional yang dikelola oleh UPTD Persampahan dibawah DLH Provinsi Sumatera Barat yakni TPA Regional Payakumbuh yang melayani Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh dengan volume sampah yang diolah setiap hari sebesar 250 Ton/Hari.  Dan TPA Regional Solok yang melayani  Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan volume sampah yang diolah setiap hari 60 Ton /hari,” ungkapnya.

Keuntungan bank sampah bagi masyarakat

Siti Aisyah juga mengungkapkan guna mencegah terjadinya pencemaran lingkungan akibat sampah terutama sampah an organik jenis plastik yang sulit hancur dan terurai namun dengan adanya bank sampah maka sampah an organik seperti plastik dan sejenisnya dapat ditabung di bank sampah sehingga mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

“Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena dengan adanya bank sampah maka sampah an organik dapat dikelola dengan baik sehingga mengurangi tingkat keracunan biota laut seperti ikan karena mikroplastik yang termakan ikan kemudian ikan tersebut dikonsumsi oleh manusia. Dan dengan adanya Bank sampah dapat meningkatkan nilai ekonomi sampah, karena sampah organik dapat diolah menjadi kompos dan dijual sehingga menghasilkan pendapatan bagi masyarakat, sedangkan sampah an sampah dikumpulkan dan ditabung di bank sampah sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat,” katanya.

Banyak bank sampah yang sudah bekerjasama dengan bank konvensional dimana  masyarakat menabung sampah di bank sampah kemudian dikoversikan dalam bentuk uang oleh bank konvensional sehingga dapat berupa tabungan pendidikan, tabungan hari raya dan lain sebagainya. Bahkan ada bank sampah yang sudah bekerjasama dengan pegadaian sehingga setiap nasabah dapat menukarkan tabungan sampahnya dibank sampah dan kemudian oleh Pegadaian dikompersikan dengan tabungan berupa emas.

“ Bank sampah yang cukup berhasil di Kota Padang adalah Bank Sampah Andalas Sepakat yang sudah bekerjasama dengan Bank Nagari dan Perum Pegadaian untuk melayani nasabahnya,” ujar Siti Aisyah menerangkan.(ISZ/Hms-Sumbar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.