Upaya Pemprov Sumbar Bangkitkan Perekonomian Daerah di Masa Pandemi Covid 19

oleh -

 Advetorial

Upaya Pemprov Sumbar Bangkitkan Perekonomian Daerah di Masa Pandemi Covid 19

Semangatnews, Padang – Kebijakan Pemprov Sumbar dalam menata kegiatan Perekonomian dan Sosial yang mendukung New Normal Life, pertama peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait aturan dan mekanisme new normal life. Kedua, peningkatan pemanfaatan teknologi informasi/infrastruktur digital dalam menunjang aktivitas ekonomi dan social. Ketiga, pemberian skim bantuan tunai kepada masyarakat untuk mendukung kesiapan masyarakat menghadapi era new normal. Keempat, dukungan penerapan aturan new normal bagi pelaku usaha disektor industry, pariwisata, transportasi dan sector strategis lainnya melalui bantuan penyediaan sarana prasarana pendukung aturan new normal.

Kelima, melanjutkan kebijakan pengaturan akses keluar masuk provinsi sumbar dalam upaya meminimalisir peningkatan kasus covid dan memutus rantai penyebaran covid 19, keenam, memastikan rumah sakit atau sistem kesehatan tersedia untuk mengidentifikasi, menguji, mengisolasi, melacak kontak, dan mengkarantina pasien Covid-19, ketujuh, memprioritaskan anggaran untuk kegiatan pendorong pemulihan ekonomi dan social, kedelapan, penguatan basis data untuk penanganan dan melakukan intervensi pemulihan ekonomi dan sosial secara langsung

Kebijakan Dalam Mensinergikan Stakeholder dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Sosial di Sumatera Barat tersebut antara lain, melibatan dunia usaha dan masyarakat termasuk filantropi dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi dan sosial dan peningkatan koordinasi dengan kabupaten/kota terkait upaya percepatan pemulihan ekonomi dan social di level daerah dengan berbasis pada komunitas lokal

Kita mengetahui akibat lockdown, PSBB, dan kebijakan sejenis yang dilakukan oleh berbagai negara di dunia dalam memerangi wabah Covid-19, ekonomi global mengarah kepada keterpurukan. ILO (International Labor Organization) memprediksi jumlah PHK global pada triwulan II 2020 akibat pandemi Covid-19 mencapai 195 juta orang.