Ketahui ! Ada 7 Aliran Pemikiran Dalam Psikologi, Tolak Ukur Cara Memahami Manusia

oleh -
*wallpaperacces.com - Aliran Pemikiran Psikologi

SEMANGATNEWS.COM – Ketika psikologi pertama kali muncul sebagai ilmu yang terpisah dari biologi dan filsafat, perdebatan tentang bagaimana menggambarkan dan menjelaskan pikiran dan perilaku manusia dimulai.

Aliran pemikiran pertama, strukturalisme, diadvokasi oleh pendiri lab psikologi pertama, Wilhelm Wundt .

Di masa lalu, psikolog sering mengidentifikasi diri mereka secara eksklusif dengan satu aliran pemikiran tunggal.

Saat ini, sebagian besar psikolog memiliki pandangan eklektik tentang psikologi. Mereka sering mengambil ide dan teori dari sekolah yang berbeda daripada berpegang pada perspektif tunggal.

Baca Juga:  Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 1 Halaman 105 106 109, Subtema 4: Kegiatan Malam Hari, Pembelajaran 1

Berikut ini adalah beberapa aliran pemikiran yang telah memengaruhi pengetahuan dan pemahaman kita tentang psikologi:

1 . Strukturalisme 

Strukturalisme secara luas dianggap sebagai aliran pemikiran pertama dalam psikologi. Pandangan ini berfokus pada pemecahan proses mental menjadi komponen yang paling dasar. Pemikir utama yang terkait dengan strukturalisme termasuk Wilhelm Wundt dan Edward Titchener.

Baca Juga:  Mimpi Hamil Muda, Apa Arti dan Maknanya, Berikut Analisis Serta Penjelasannya

Fokus strukturalisme adalah mereduksi proses mental menjadi elemen-elemen paling dasar. Para strukturalis menggunakan teknik seperti introspeksi untuk menganalisis proses batin dari pikiran manusia.

2. Fungsionalisme

Fungsionalisme adalah aliran psikologi yang tumbuh di Amerika Serikat yang dipelopori oleh William James. Yang menjadi minat aliran ini adalah apa yang terjadi dalam sebuah aktivitas psikologi dan apa yang menjadi tujuan dari aktivitas itu.

Baca Juga:  Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 5 Halaman 95 96 97 98, Subtema 3: Cara Memelihara Kesehatan Organ Peredaran Darah Manusia, Pembelajaran 1

Sesuai dengan namanya, aliran ini hendak mempelajari fungsi dari tingkah laku atau proses mental, jadi bukan hanya mempelajari strukturnya. Untuk dapat mempelajari fungsi tingkah laku, kaum fungsionalis mengembangkan metode eksperimen di samping metode introspeksi yang tetap dipakai meskipun dengan banyak kritik.

No More Posts Available.

No more pages to load.