SEMANGATNEWS.COM, PADANG – Pemerintah Kota Padang Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana dan Tsunami Ready Community, Jum’at (30/9) di Kawasan Pantai Purus Padang.
Hari Kesiapsiagaan Bencana dan Tsunami Ready Community ini dalam rangka memperingati kejadian bencana gempa bumi yang melanda Kota Padang tahun 2009.
Patahan Angkola Penyebab Gempa Bumi Darat Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat
Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan berdasarkan keputusan wali Kota Padang No. 334 tahun 2017 tanggal 30 September tahun 2017 sebagai hari Kesiapsiagaan Bencana Kota Padang. Hal ini bertujuan agar warga Kota Padang siap dalam menghadapi bencana.
“Dengan mengenang hari Kesiapsiagaan Bencana ini mari kita tingkatkan diri dalam kesiapan menghadapi bencana,” Katanya.
Ia menambahkan gempa bumi yang meluluh lantakkan Kota Padang pada tahun 2009 mengakibatkan korban meninggal 383 jiwa. Luka berat 431 orang dan luka ringan sebanyak 771 orang.
“Ada banyak korban akibat gempa bumi dan bangunan yang rusak mencapai 107 ribu,” katanya.
Ia menambahkan lagi, dalam hal ini ada dua kelurahan (Kelurahan purus dan Kelurahan lolong belanti), yang ada di Kota Padang telah pergi ke tanjung benoa di Bali untuk dikukuhkan oleh unesco-IOC.
“Programnya mengkedepankan kolaboratif aktif dari para tokoh masyarakat yang akan membangun kesiapsiagaan dan tanggap dalam menghadapi ancaman bahaya tsunami,” katanya.
Ia mengharapkan seluruh warga kota padang telah siap dan tanggap dalam menghadapi mitigasi bencana yang akan mendatang.
Kepala BMKH RI Dwikorita menyampaikan Provinsi Sumatera Barat masih belum terlepas lempengan yang melintang sampai ke benua asia. Jika terjadinya patahan maka akan terjadi pelepasan lempengan energi yang mengakibatkan terjadinya gempa.
“Sewaktu – waktu bisa lepas, kita tidak bisa mencegahnya tapi kita harus waspada agar tidak ada korban,” Tuturnya.
Dwikorita juga mengatakan tataran samudera hindia ada 28 negara yang bersiap menghadap tsunami. Dan kebetulan dari negara tersebut yang memimpin adalah negara indonesia.
“Kita memiliki tanggung jawab yang besar dalam hal waspada terhadapnya kejadian itu,” Tuturnya.
Beliau menambahkan Ada satu dari negara 28 yang telah siap menghadapi tsunami, negara yang mampu menghadapi bencana itu adalah india.
“indonesia pun harus bangkit untuk mempersiapkan bencana tsunami yang akan melanda dan perlihatkan kepada negara lain bahwasanya kita telah siap menghadapi hal itu,” tuturnya lagi.
Kesiapan itu harus melakukan dengan berbagai hal seperti mensiapkan peta evakuasi tsunami, pendidikan akan kewaspadaan serta memberi informasi secara terus terhadap bencana akan kesiapan menghadapinya dan sebagai lainnya.
“Rutinitas kewaspadaan yang harus dijaga dalam menghadapi bencana yang akan terjadi maka itu berupaya akan kesiapan kita dalam menghadapi bencana tersebut,” tuturnya menegaskan.(Hsz)
