Menyigi Kegiatan Jama’ah Tabligh se Sumatera di Masjid Agung Dharmasraya

by -
Menyigi Kegiatan Jama'ah Tabligh se Sumatera di Masjid Agung Dharmasraya
Menyigi Kegiatan Jama'ah Tabligh se Sumatera di Masjid Agung Dharmasraya

Oleh: Ridwan Syarif

DHARMASRAYA, SEMANGATNEWS.COM – SAYUP terdengar bahkan boleh dibilang tidak ada publikasi akan adanya tanda-tanda sebuah acara besar sedang berlangsung di Mesjid Agung Dharmasraya.

Tidak ada spanduk yang membentang luas atau baliho besar maupun umbul-umbul terpasang di kiri kanan jalan. Layaknya acara ceremonial lain yang jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan berbagai atribut memenuhi ruang publik di sepanjang jalan.

Padahal di dalam maupun luar mesjid nan luas dan megah kebanggaan warga Dharmasraya itu ribuan umat Islam yang lebih akrab dikenal sebagai “Jama’ah Tabligh” dari berbagai daerah, semisal Provinsi Aceh, Medan, Kepri, Babel hingga Palembang sedang berkumpul melakukan pertemuan dari tanggal 13-15 Juli 2024. Meminjam istilah Jama’ah Tabligh kegiatan ini disebut juga dengan istilah “Khuruj”

Areal parkir di lokasi mesjid yang mampu menampung seribu kendaraan roda empat terlihat penuh sesak. Bahkan dengan berat hati terpaksa memarkirkan kendaraan jauh dari lokasi mesjid akibat ketiadaan tempat.

Apa gerangan yang dibicarakan dan dibahas oleh mereka, peserta pertemuan yang rata-rata berjenggot berpakaian ala Timur Tengah alias berjubah dan bercelana cingkrang di mesjid yang terletak di pinggir jalan Lintas Sumatera Gunung Medan itu.

Wartawan SemangatNews mencoba menyigi lebih jauh untuk disajikan bagi pembaca

“Kegiatan pertemuan umat Islam se- Sumatera ini adalah agenda tahunan kami. Untuk wilayah Sumatera kita adakan di sini,” sebut Ketua Pelaksana, H.Maulana Yatim di Mesjid Agung, Sabtu (13/7)

Menurut para peserta acara ini adalah sebagai bentuk dakwah Islam semata, mendakwahkan, belajar memperbaiki diri sendiri, bersilaturrahmi antar sesama untuk saling menguatkan dan istiqomah mengajak sesama umat Islam dalam amar makruf nahi mungkar.

Terlihat, sebagaimana kebiasaan jamaah ini seusai shalat fardu dilanjut dengan acara “bayyan” semacam pengajian dengan bahasan tentang ayat ayat Al-Quran dan Sunnah Rasul. Rutinitas itu berlangsung selama tiga hari secara terus menerus.

Berdasarkan time schedule kegiatan yang di sampaikan kepada umum terlihat runut acara selama tiga hari tersebut adalah shalat fardhu secara berjamaah disambung dengan bayyan.

Pada jam berikutnya dilanjut dengan acara Ta”lim Kitabi, pengajian dengan pokok bahasan tentang fadilah-fadilah amal dan ditutup dengan i’tiqaf hingga waktu shalat Subuh masuk.

Selanjutnya ada muzakarah ilmu agama, amal ibadah hingga nanti di hari terakhir musyawarah membentang rencana kerja dakwah ke depan. Hebatnya, menurut keterangan yang diperoleh dari peserta khuruj, seluruh biaya yang ditimbulkan oleh kegiatan murni sumbangan dari peserta

Terkait biaya akomodasi, ditanggung oleh masing-masing jamaah tidak ada yang membiayai atau bantuan pihak ketiga.

“Kita lebih kurang menyediakan biaya sejak dari rumah hingga nanti kembali pulang ke kampung sekitar lima ratus ribu lah,” sebut Anwar (69 th) salah seorang jama’ah yang berasal dari kota Pekanbaru Riau.

Lanjut pensiunan perkebunan yang mengaku ikut Jama’ah Tabligh sejak 2006 ini mengatakan bahwa untuk perkara makan, sesuai kebiasaan adalah makan dalam satu Nampan (talam) untuk empat orang dan nanti menyumbang sejumlah Rp.30.000,- per Nampannya.

“Cukup untuk empat orang, bahkan bisa berlebih, barangkali karena keberkahannya pak,” timpal si Bujang (58 th) jamaah lain yang berasal dari Pariaman namun sudah lama menetap di kota Medan.

“Tujuan acara ini di samping untuk saling bersilaturrahmi ya untuk memperbaiki diri kita, berdakwah dan mendo’akan sesama kaum muslimin untuk selalu diberi kesehatan, kesabaran, ketaatan kepada Allah SWT. Tidak ada pembicaraan selain perkara amal ibadah,” sambung Anwar bapak empat anak ini.

Secarah terpisah, mengutip keterangan Staf Khusus Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Abdel Haq bahwa Penanggung Jawab kegiatan H. Muslihuddin dari Jakarta mengatakan kegiatan ini murni sebagai gerakan dakwah, mengajak umat Islam mendirikan shalat berjamaah di Mesjid seperti halnya yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW

“Kehadiran Jamaah Tabligh dalam rangka melakukan gerakan dakwah, pembinaan aqidah umat, agar umat Islam mendirikan shalat berjamaah di Masjid dan Mushalla di tempat mereka berada. Karena shalat adalah tiang agama, identitas umat Islam yang beriman, pembeda antara muslim dan pembangkang,” sebut ustadz Muslihuddin yang didampingi Ketua Pelaksana ustadz H. Maulana Yatim.

Diperkirakan tidak kurang jama’ah yang hadir selama kegiatan sejumlah 5000 orang termasuk juga tokoh jamaah ini dari Pakistan, Bombay dan Nepal.
Sisi lain beliau juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan layanan yang diberikan Pemkab Dharmasraya, terutama Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

Sementara itu saat penutupan Bupati Sutan Riska mengucapkan terima kasih dan mengungkapkan rasa takjub dan salut atas kehadiran Jamaah Tabligh yang datang dari berbagai provinsi dengan biaya masing-masing. Beliau merasa bahagia dan senang sekali, mesjid Agung Dharmasraya dipenuhi umat Islam shalat berjamaah.

“Biasanya suasana seperti ini hanya bisa disaksikan tatkala shalat Idul Fitri dan shalat Idul Adha. Mudah-mudahan ke depan semakin ramai masjid kebanggaan masyarakat Dharmasraya ini dikunjungi oleh umat Islam untuk shalat berjamaah,” sebut Sutan Riska.

Terakhir beliau juga mohon maaf jika selama acara berlangsung banyak kekurangan dan kelemahan yang didapatkan.

“Sekali lagi saya mohon maaf, semoga tidak menjadi preseden yang tidak baik bagi kami di sini,” tutup beliau

Acara diakhiri dengan do’a bersama yang dipimpin Masyaikh dari Pakistan dan diamini oleh ribuan jamaah yang setia mengikuti acara hingga akhir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.