JoJo Edisi 2: Resort Alahan Panjang(Alpan) yang Berkembang Pesat
Pemda Solok Akan Buat Rencana Induk Pariwisata
PENGANTARJournalist- Journey Jilid 2: Pesatnya Perkembangan Resort Alahan Panjang
Komunitas Journalist- Journey- JoJo kembali melaksanakan aktivitasnya setelah lama vakum. Journey pertama kali dilakukan tahun 2023 dengan berwisata ke Payakumbuh dimana Pj. Walikotanya saat itu Drs Jasman Rizal Dt.Bandaro Bendang yang kini menjadi PJ Sekda kabupaten Dharmasraya.
Sabtu kemaren, 6 September 2025, JoJo dengan Amir Syafar Sidi Gusfen Khairul menikmati udara dan keindahan Alahan Panjang( Alpan). Ada 22 anggota JoJo yang berwisata ke Solok dengan Bus Nek Nan. Berikut Catatan dari perjalanan tersebut. Redaksi. **
Kabupaten Solok umumnya dan Alahan Panjang khususnya adalah tidak asing lagi bagi penulis, karena daerah ini sering menjadi sasaran kunjungan penulis yang kebetulan bertugas di Biro Humas Pemprov Sumbar sejak tahun 1993. Apalagi daerah ini pernah dipimpin H.Gamawan Fauzi Dt.Rajo Nan Sati.

Untuk diketahui Gamawan Fauzi sebelum hijra ke Solok sebagai Bupati dua periode 1995-2005 adalah Kepala Biro Humas kantor Gubernur dan penulis adalah salah seorang stafnya. Inilah yang membuat Solok dan Alahan Panjang tidak asing lagi penulis, karena Gamawan Fauzi adalah putra Alahan Panjang yang sukses membawa Solok menjadi salah satu kabupaten terbaik di Sumbar.
Begitu Gamawan Fauzi terpilih menjadi Gubernur, tahun 2005 yang berpasangan dengan Prof Marlis Rahman penulis semakin sering bertandang ke Solok atau Alahan Panjang baik secara kedinasan maupun pribadi.
Gebrakan pembangunan kabupaten Solok sedikit banyaknya diwarnai oleh Gamawan Fauzi yang memunculkan banyak ide dan gagasan.

Kabupaten Solok memiliki 14 kecamatan dan 74 nagari. Luas wilayahnya mencapai 3.738,00 km² dan penduduk 375.801 jiwa (2017) dengan sebaran 101 jiwa/km².
Dengan motto” Kabupaten Solok adalah yang baik dari yang terbaik, setidaknya Gamawan Fauzi telah meletakan kerangka dasar pembangunan kabupaten Solok Nan Indah. Gamawan Fauzi dinilai sukses dalam membangun penerapan tata laksana yang baik (good governance) dan clean government di Kabupaten Solok.
Ekonom Christian von Luebke mencatat Gamawan Fauzi melakukan beberapa reformasi pemerintahan selama menjadi Bupati Solok.

Ia menetapkan prosedur kepada pengusaha atau kontraktor untuk menghindari pertemuan langsung dengan bupati dan mencegah terjadinya korupsi. Selain itu, proyek kabupaten hanya sampai pimpinan proyek untuk selanjutnya dipertanggung jawabkan kepada bupati.
Tidak hanya sampai di situ segala bentuk pembayaran dilakukan dengan giro dan dinilai cukup efektif untuk menghindari penyimpangan.
Pada akhir 1990-an, Gamawan Fauzi juga menginisiasi pelayanan Satu Atap Plus untuk memangkas prosedur perizinan dan biaya yang sudah ditetapkan secara terbuka.
Dengan pelayanan berorientasi pada konsumen, pelayanan ini menyediakan pengurusan 25 (dalam sumber lain 32) jenis pelayanan. Pelayanan satu atap ini ditiru oleh banyak daerah di Indonesia.
Tapi itu dulu,… zaman bupatinya Gamawan Fauzi. Sekarang…???. Inilah yang ingin ditata kembali oleh Bupati Jon Firman Pandu, S.H. dengan Wakil Bupatinya H. Candra, S.H.I.
Apa yang telah diletakan sebagai kerangka acuan oleh pendahulu (Gamawan Fauzi) Jon Firman Pandu sepertinya ingin menjemput kembali.
Jon Firman Pandu,SH dan H.Candra,SH.I ingin membenahi Solok kabupaten dengan visi: Terwujudnya Pemerintahan Yang Baik Menuju Masyarakat Madani Nan Sejahtera.

Visi ini dijabarkan dalam misi yakni; Penatakelolaan Pemerintahan dan Layanan Berbasis Digital. Dengan misi ini, kita tidak ingin lagi Masyarakat dipersulit dalam segala hal, sebut Wakil Bupati Candra saat menerima rombongan JoJo di rumah dinasnya Arosuka Solok, Sabtu siang, 6/09.
Buya Candra pernah mendengar bahwa untuk pengurusan sesuatu masyarakat sering dipersulit. Bahkan untuk seorang mantan pejabatpun diperlakukan kurang elok. Harus menunggu 2 tahun baru selesai. Kan keterlaluan itu, sebut Wabup.
Untuk itu akan dirumuskan Protap perizinan dalam bentuk SK Bupati. Dengan demikian masyarakat yang akan berurusan memperoleh kepastian. Pasti persyaratannya, pasti waktunya dan pasti biayanya.
Misi yang lain adalah ; Meningkatkan Kapasitas Sumberdaya Manusia yang berkualitas dan bersaing global.
Ini dimaksudkan bahwa sumber daya manusia sangat menentukan sekali untuk membangun daerah ini.
Indek Pembangunan Manusia kabupaten Solok akan terus diintervensi, ujar Candra, sehingga melahirkan SDM yang berkualitas dan handal dalam menghadapi persaingan global. Bagaimana mampu bersaing jika kualitas manusianya rendah. Bagaimana bisa berkembang jika SDM tak pernah menjadi perhatian pemerintah.
Pemimpin itu, sebut Wabup adalah pelayan dari yang dia pimpin. Untuk itu, pemimpin harus dekat dengan warganya, .memahami dan menyelami keinginannya serta menyalurkan. Carikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Misi berikutnya adalah; Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Adat dan Budaya.
Intinya adalah bagaimana adat dan budaya yang ada di dalam kelompok masyarakat itu tetap hidup dan lestari. Disini diperlukan intervensi pemerintah. Sehingga adat yang tak lekang dek paneh dan tak layak dek hujan tetap ada dan lestari dalam kehidupan masyarakat.
Misi terakhir adalah peningkatan ekonomi berbasis potensi dan sumber daya nagari. Ini dimaksudkan bagaimana geliat ekonomi tetap tumbuh dan berkembang dengan menggali berbagai potensi yang ada di nagari. Nagari adalah ujung tombak pembangunan ekonomi masyakarat yang perlu dikembangkan secara simultan.
Solok ke depan akan memeta setiap potensi di nagari untuk dapat dikembangkan. Kita libatkan perguruan tinggi untuk mendata dan memetakannya, tukas Wabub yang akrab disapa Buya ini.
Duet Jon Firman Pandu,SH dan H.Candra,SH.I ini sangat konsen dengan akan kemajuan kabupaten Solok ke depan. Oleh karena itu salah satu program yang paling mendesak adalah Validasi Data. Apapun program yang akan dilaksanakan data ini penting. Dan itu harus akurat.
Wabub menjelaskan untuk data keluarga miskin saja sudah belas tahun tidak didata ulang. Padahal secara kenyataan ada warga yang sudah mempunyai motor dan rumah bagus, masih tercatat sebagai penerima bantuan pemerintah. Ini kan tidak baik, dan celakanya Solok dinilai tidak mampu mengentaskan kemiskinan.
Oleh karena itu Bupati Solok salah satu programnya adalah akan melibatkan perguruan tinggi guna memvalidasi data tidak hanya penduduk miskin tetapi juga data lainnya sebagai acuan untuk membuat program berikutnya.

PERTANIAN DAN PARIWISATA
Bupati Solok sekarang dalam programnya ke depan lebih fokuskan pada sektor Pertanian dan Pariwisata . Sektor pertanian dikarenakan masyarakat Solok umumnya adalah petani. Tercatat 56 persen lebih masyarakat Solok bergerak dibidang pertanian. Utamanya padi yang membuat daerah ini terkenal dengan beras Soloknya. Persoalan beras Solok akan menjadi perhatian Pemda. Sebab dinsinyalir ada droping padi dari daerah lain lalu digiling di Solok, lalu mereknya beras Solok.
Kita akan buat edaran kepada pengusaha huller untuk tidak menerima padi dari daerah lain. Atau boleh diterima tapi jangan dilabelkan sebagai beras Solok. Bila ini ketahuan, yang rugi petani Solok juga, sebut Candra yang Sabtu tanggal dilantil sebagai Ketua PKS kabupaten Solok.

Berkaitan dengan pengembangan Pariwisata. Pemda Solok akan membuat Rencana Induk Pariwisata Solok. Ini tujuannya agar pengembangan Pariwisata menjadi tertata dengan baik.
Bicara soal pariwisata setiap sudut daerah Solok adalah destinasi Wisata yang mengiurkan.
Dengan mengembangkan Program Pariwisata diharapkan memunculkan banyak dampaknya(multiplayer effek).
Resort Alahan Panjang (Alpan), misalnya, kini sudah jauh perkembangannya. Sejumlah bangunan berupa home stay, cottage dan penginapan lainnya bermunculan di kawasan tersebut.
Pemda Solok akan membuat perencanaan yang matang dengan membuat RIP agar tidak salah urus yang berdampak pada masyarakat.
Kita tentunya harus konsern dengan tata kelola pembangunan yang berwawasan lingkungan dan seimbang.
Kita tidak ingin resort Alahan Panjang seperti kawasan puncak Bogor lantaran tidak terawasi bermunculan sejumlah bangunan di tempat yang rawan dan tanahnya labil akhirnya longsor. Diakui ada diantara bangunan tidak punya izin sama sekali.
Alahan Panjang, dijuluki sebagai kota dingin tanpa salju, terletak di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Indonesia. Saat ini semakin ramai dikunjungi warga baik dari Sumbar luar Sumbar. Suasana ramai itu terlihat bila ada liburan. Sehingga ratusan kendaraan memadati mulai kawasan kebun teh sampai ke komplek masjid UMMY yang dibangun keluarga Gamawan Fauzi. Parkirpun berebut di jalan yang sempit.Kedepan kita berharap jalan menuju Alpan ini diperlebar dan adanya areal parkir yang luas.
Daerah ini dikenal dengan udaranya yang sejuk, hamparan kebun teh dan sayuran, serta pemandangan alam pegunungan yang indah.
Alahan Panjang berada di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.400–1.600 meter di atas permukaan laut.
Wilayah ini memiliki suhu yang dingin, berkisar antara 10-18 derajat Celsius, membuatnya terasa seperti berada di Eropa tanpa adanya salju. Keindahan alamnya disuguhkan oleh pemandangan pegunungan, perbukitan, kebun sayur, dan kebun teh yang membentang luas.
Alahan Panjang juga berada di dekat Danau Diateh dan Danau Di Bawah, dan juga dekat dengan Gunung Talang. ***
