Jakarta, Semangatnews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak ke kantor Bank Mandiri pada Senin pagi. Tujuannya: mengecek realisasi penyaluran dana pemerintah senilai Rp 55 triliun yang ditempatkan di bank pelat merah itu.
Dalam kunjungan tak terduga tersebut, Purbaya mencatat bahwa Bank Mandiri telah berhasil menyerap sekitar 70 persen dari dana tersebut melalui berbagai kredit ke sektor produktif.
Menurut Purbaya, serapan ini menandakan bahwa instrumen penempatan dana yang digulirkan pemerintah mampu berjalan efektif — meski belum mencapai 100 persen.
Ia menyebut bahwa Bank Mandiri tampak lebih siap menyambut sidak dibandingkan bank-bank lain yang pernah dikunjungi sebelumnya.
Dalam dialog internal dengan direksi Mandiri, Purbaya bahkan membuka opsi agar alokasi dana diperluas ke sektor seperti properti dan otomotif.
Bank Mandiri juga dilaporkan menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan alokasi kredit ke sektor-sektor yang bisa menghadirkan multiplier effect ke perekonomian.
Purbaya optimistis bahwa stimulus melalui penempatan dana di perbankan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 melewati angka 5,5 persen.
Ia mencatat bahwa pertumbuhan kredit Mandiri tumbuh dari sekitar 8 persen kini mendekati 11 persen.
Meski begitu, sejumlah pengamat menyoroti bahwa perbankan harus menjaga kualitas aset dan kehati-hatian dalam ekspansi kredit agar tak memunculkan risiko kredit bermasalah.
Bank Mandiri menyebut bahwa penyaluran sudah diarahkan terutama ke industri padat karya, UMKM, dan sektor strategis yang berhubungan langsung dengan masyarakat umum.
Kedepannya, Kemenkeu dan Bank Mandiri akan terus memantau performa penyaluran dana agar target 100 persen realisasi dapat dicapai pada akhir tahun.(*)
