Jakarta, Semangatnews.com – Pencarian korban bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo terus dilanjutkan hingga hari kedelapan. Tim SAR berhasil menemukan satu jenazah lagi, sehingga total korban tewas kini mencapai 54 orang.
Dari jumlah tersebut, 5 di antaranya berupa potongan tubuh yang masih dalam proses identifikasi lebih lanjut. Proses identifikasi dilakukan oleh tim DVI di rumah sakit setempat.
Sementara itu, 104 orang dilaporkan selamat dari reruntuhan. Sebagian dari mereka masih menjalani perawatan intensif, sedangkan lainnya sudah diizinkan pulang.
Evakuasi dilakukan menggunakan alat berat seperti breaker excavator dan bucket excavator, guna mempercepat proses pembukaan jalur puing yang sulit dijangkau secara manual.
Sekitar 80 persen puing bangunan telah berhasil dibersihkan. Fokus utama kini berada di bagian struktur bangunan yang tidak terintegrasi penuh untuk menghindari keruntuhan susulan.
Tim SAR bersama TNI, Polri, dan relawan terus menyisir titik-titik yang diperkirakan masih menyembunyikan korban. Beberapa titik menjadi perhatian khusus karena posisi penumpukan material.
Basarnas menyebut bahwa daerah selatan bangunan menjadi titik terakhir yang diprioritaskan untuk pencarian. Diperkirakan masih ada korban yang tertimbun di sana meskipun peluang selamat makin kecil.
Kondisi gedung yang ambruk menunjukkan kegagalan struktural. Diduga, beban tambahan dari pembangunan lantai atas tidak diimbangi dengan pondasi kuat dan izin konstruksi yang memadai.
Pascatragedi, pemerintah daerah dan pusat telah memerintahkan audit menyeluruh pada pondok pesantren di wilayah Jawa Timur agar kejadian serupa tidak terulang.
Di tengah duka dan berkabung, banyak orang tua dan santri masih menunggu kejelasan dan kabar-kabar baru. Harapan bahwa semua korban akan ditemukan masih dikibarkan meski malam semakin sunyi.(*)
