Jakarta, Semangatnews.com – Industri perfilman Tanah Air memasuki fase kreatif yang berbeda dengan hadirnya film berjudul Pesugihan Sate Gagak, sebuah horor komedi yang mengambil inspirasi dari ritual mistis yang cukup langka di masyarakat.
Film ini berkisah tentang tiga sahabat yakni Anto, Dimas dan Indra yang berada dalam tekanan hidup hingga akhirnya memilih jalan pintas untuk meraih kekayaan. Jalan pintas yang mereka pilih sangat tak biasa: menjual sate dari daging burung gagak kepada makhluk halus demi imbalan besar.
Mengangkat praktik budaya yang dibilang absurd itu, sutradara sekaligus komika asal Jawa Timur, Dono Pradana, bersama Etienne Caesar berhasil menciptakan suasana campuran antara ketegangan dan tawa. Konsep “70 persen komedi dan 30 persen klenik” menjadi dasar penggarapan film ini.
Para pemain yang mengisi karakter utama pun tak kalah menarik karena sebagian besar adalah komika dan pelawak senior. Keputusan ini memperkuat nuansa komedi di tengah kisah yang sebetulnya berakar pada legenda mistis lokal.
Salah satu adegan yang paling disorot adalah ketika para sahabat tersebut harus melakukan ritual di tempat angker dengan kondisi penuh absurditas: malam gelap, situasi mencekam, dan pelanggan bukan manusia biasa melainkan Entitas dunia lain.
Dalam satu wawancara, Dono Pradana mengatakan bahwa melalui film ini ia ingin menunjukkan bahwa “kadang hal paling gelap justru bisa bikin kita ketawa”. Konsep itu kemudian diterjemahkan menjadi adegan-adegan yang menegangkan namun diselingi punchline ringan.
Produser film ini menegaskan bahwa mereka ingin penonton tidak sekadar takut, tetapi juga diajak tertawa dan melepaskan sebentar beban hidup. “Kami ingin penonton bisa lepas, tertawa dan kemudian berpikir tentang nilai manusiawi yang sering dilewati,” ungkap produser.
Meski premisnya mistis, film ini pun tidak hanya menyuguhkan jump scare atau teror semata; alur cerita mengarah pada konsekuensi dari pilihan hidup instan. Ketiga sahabat itu akhirnya menghadapi dilema besar: apakah jalan pintas itu layak dibayar mahal?
Masyarakat mulai menunjukkan antusiasme, terutama penggemar horor dan komedi yang menginginkan campuran baru dalam sinema Indonesia. Tema lokal yang dikemas dengan gaya kekinian dianggap menjadi daya tarik tersendiri.
Film Pesugihan Sate Gagak dijadwalkan tayang pada tahun 2025 di bioskop. Jika sukses, produksi ini bisa menjadi pemantik bagi genre horor komedi yang mengangkat mitos lokal dengan nuansa berbeda.(*)
