Pemuda Bergerak, Indonesia Bersatu: Seruan Komisi X DPR RI untuk Generasi Milenial

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke‑97, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengajak seluruh generasi muda di Indonesia untuk menyalakan kembali semangat persatuan dan perjuangan para pemuda tahun 1928. Ia mengingatkan bahwa momentum ini bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan panggilan konkret bagi pemuda masa kini untuk terlibat aktif dalam pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Hetifah menekankan bahwa tantangan yang dihadapi pemuda sekarang berbeda dengan masa lalu: disrupsi teknologi, perubahan sosial cepat, dan ketimpangan ekonomi menuntut adaptasi, kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Ia mengatakan bahwa pemuda saat ini memiliki potensi luar biasa namun juga harus diiringi persiapan yang matang.

Salah satu perhatian utama Komisi X berada pada realitas masih rendahnya tingkat partisipasi pendidikan dan tingginya angka pengangguran di kalangan muda. Hetifah menegaskan bahwa kualitas pendidikan, pelatihan vokasi, dan kesiapan menghadapi dunia kerja menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani.

Semangat Sumpah Pemuda, yang dahulu menyatukan pemuda dalam satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa, kini menurut Hetifah harus diterjemahkan menjadi satu visi: membangun Indonesia yang unggul di era global. Bukan hanya retorika, namun aksi nyata dalam kehidupan sehari‑hari generasi muda.

Komisi X akan memperkuat kebijakan pendidikan, ekonomi kreatif, dan inovasi teknologi agar pemuda memperoleh ruang berkembang yang sebenar‑benarnya. Hetifah menyatakan bahwa lembaganya akan mendorong kolaborasi lintas sektor agar kebijakan kepemudaan tidak hanya menjadi gagasan, tetapi benar‑benar berpihak pada penguatan kapasitas dan kemandirian generasi muda.

Dalam konteks kebangsaan, ia mengingatkan bahwa pemuda masa kini perlu lebih dari sekadar bangga terhadap sejarah. Pemuda juga harus siap menulis sejarah baru melalui karya, kreativitas dan dedikasi. “Jangan berhenti bermimpi … jadilah pemuda yang tidak hanya bangga pada sejarah, tetapi juga siap menulis sejarah baru,” ujar Hetifah.

Lebih jauh, dia menyoroti bahwa kesatuan bangsa bukan olah kosong di masa lalu, melainkan komitmen yang harus dipelihara setiap saat. Persatuan dan gotong‑royong menjadi fondasi yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan seperti fragmentasi sosial dan dampak digitalisasi.

Rangkaian peringatan Sumpah Pemuda tahun ini diwarnai tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” yang menggambarkan bagaimana generasi muda diharapkan mengambil posisi sebagai motor perubahan. Kegiatan di berbagai daerah mencerminkan bahwa semangat ini mulai diterjemahkan pada skala lokal.

Para pelajar, mahasiswa serta aktivis pemuda yang hadir dalam acara di Jakarta dan beberapa daerah menyambut positif seruan Komisi X. Mereka menyatakan bahwa panggilan untuk berkontribusi dan menjadi agen perubahan memberikan energi baru untuk bergerak bersama dan tidak pasif menanti kondisi.

Akhirnya, ajakan ini tidak boleh berhenti hanya pada satu hari. Hetifah mengingatkan bahwa momentum ini harus menjadi titik awal regenerasi yang konsisten. Pemuda Indonesia diundang untuk mengambil peran aktif dalam pendidikan, inovasi, dan pembangunan karakter demi masa depan bangsa yang lebih baik.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.