Pramono Pimpin Rakor Besar Integrasi Transportasi di Jabodetabek

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin rapat koordinasi khusus bersama para kepala daerah dari wilayah Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan untuk membahas integrasi sistem transportasi di kawasan Jabodetabek.

Rapat diadakan di Balai Kota Jakarta pada Rabu, pukul 11.00 WIB, dengan agenda utama memperkuat kolaborasi antar wilayah yang selama ini menghadapi persoalan mobilitas harian yang saling terkait.

Menurut Pramono, persoalan transportasi di Jakarta dan sekitarnya tidak bisa diatasi oleh satu daerah saja. “Karena bagaimanapun untuk mengatasi persoalan transportasi di Jakarta tidak bisa sendirian harus bersama‑sama dengan daerah yang ada,” ujarnya.

Beberapa hal yang dibahas dalam rapat adalah pengembangan moda transportasi umum regional, evaluasi rute dan layanan bus Transjabodetabek yang telah berjalan di enam rute utama, serta konsep park and ride untuk memudahkan warga dari daerah penyangga menuju Jakarta.

Pramono menyampaikan bahwa daerah penyangga perlu menyiapkan fasilitas park and ride, yaitu area parkir pemindahan dari kendaraan pribadi ke moda umum seperti MRT, LRT atau bus sebagai feeder. Fasilitas ini akan memberi manfaat ganda, yaitu mobilitas warga serta potensi pendapatan bagi daerah setempat.

Lebih jauh, rapat juga menyoroti pentingnya konsep Transit Oriented Development yang akan dikembangkan di titik-titik strategis seperti Blok M, Dukuh Atas, dan Bundaran HI, agar sistem transportasi terintegrasi tidak hanya moda tetapi juga ruang publik dan layanan pendukung yang memudahkan warga.

Pramono mengingatkan bahwa integrasi transportasi bukan hanya soal moda baru, tetapi soal bagaimana sistem antar wilayah dapat saling terhubung tanpa meninggalkan satu sama lain. Ketika satu wilayah membangun sendiri tanpa koordinasi dengan yang lain, potensi kemacetan atau layanan yang tumpang tindih tetap muncul.

Dari sisi teknis, Pemprov DKI bersama pemerintah daerah di sekitar Jakarta akan memetakan titik-titik utama yang menjadi jalur utama mobilitas harian—termasuk rute bus, feeder, dan pusat interkoneksi antar moda—agar masyarakat dapat menggunakan transportasi umum dengan lebih efisien dan nyaman.

Meskipun agenda besar telah ditetapkan, Pramono menyebut bahwa implementasi akan berjalan tahap demi tahap dan memerlukan kesiapan seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kota/kabupaten, hingga operator transportasi dan pemangku kepentingan masyarakat.

Dengan rapat ini, publik menaruh harapan bahwa sistem transportasi di Jabodetabek akan semakin membaik, terutama dari sisi kemacetan, akses ke transportasi umum, dan kemudahan mobilitas antar daerah. Persoalan keseharian yang sering dirasakan warga diharapkan mulai terjawab.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.