Jakarta, Semangatnews.com – Dalam pernyataannya terkini, Hamas membantah telah melakukan serangan terhadap tentara Israel di wilayah Gaza seperti yang diklaim oleh pihak Israel. Kelompok itu menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan menyerukan agar penyebab insiden diklarifikasi.
Hamas kemudian menegaskan komitmennya terhadap gencatan senjata yang telah berlaku di Gaza, dan menyebut bahwa upaya tersebut penting untuk menjaga kehidupan warga sipil yang telah lama menderita akibat konflik.
Kelompok itu mengungkap bahwa apabila insiden tersebut benar‑benar terjadi, maka bisa jadi pelakunya adalah “sel‐sel” atau “aktor tak terkendali” yang bertindak di luar arahan resmi Hamas, dan bukan bagian dari struktur utama organisasi.
Hamas juga menyampaikan bahwa insiden terbaru menyoroti kerentanan gencatan senjata tersebut, namun menurut mereka lebih banyak pihak yang berkepentingan agar gencatan senjata tetap berlangsung daripada kembali ke konfrontasi penuh.
Dalam pandangannya, tanggung jawab untuk menjaga kedamaian tidak hanya berada pada satu pihak saja, dan Hamas menegaskan bahwa pihak Israel juga harus mematuhi syarat‑syarat gencatan senjata, termasuk memfasilitasi pertukaran tahanan dan akses kemanusiaan ke Gaza.
Sementara itu, Israel menyebut bahwa sejumlah insiden—termasuk tembakan sniper dan granat ke arah pasukannya di selatan Gaza—melanggar garis merah gencatan senjata. Namun Hamas menolak klaim tersebut dan menyoroti bahwa bukti yang disampaikan Israel belum diverifikasi secara independen.
Hamas menambahkan bahwa tekanan terhadap mereka semakin besar karena sejumlah pengusaha dan mediator internasional menilai bahwa kelompok ini akan tanggung jawab penuh bila pelanggaran terus berlanjut. Itu sebabnya, menurut Hamas, mereka memilih untuk meneguhkan sikap mereka terhadap kesepakatan.
Kelompok itu sekaligus mendesak negara‐penengah dan mediator internasional untuk memantau gencatan senjata dengan lebih ketat, termasuk mekanisme verifikasi independen agar setiap klaim pelanggaran bisa direspons cepat dan adil.
Hamas memperingatkan bahwa eskalasi lanjutan akan sangat merugikan rakyat Gaza—yang sudah mengalami dua tahun konflik intens—dan akan memperburuk krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.
Dengan demikian, pernyataan Hamas ini menjadi sinyal bahwa sekalipun masih banyak tantangan di lapangan, kelompok tersebut ingin menunjukkan sikap yang lebih “terukur” dan bertanggung jawab dalam menjaga gencatan senjata—atau setidaknya menegaskan bahwa mereka ingin dilihat demikian.(*)
