Gelombang Pertama Penurunan Emisi Global: Tanda Optimisme yang Rentan

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Laporan terbaru dari UNFCCC menunjukkan bahwa emisi gas rumah kaca global diperkirakan akan menurun untuk pertama kali dalam sejarah, apabila semua komitmen iklim nasional saat ini diimplementasikan secara penuh.

Menurut data yang dirilis, jika skenario terbaik dipenuhi maka emisi global bisa turun sekitar 10 hingga 17 persen dibanding level tahun 2019.

Namun angka ini masih sangat jauh dari target yang dibutuhkan untuk membatasi kenaikan suhu global di bawah 1,5 derajat Celsius di atas era pra-industri. Laporan menyebut bahwa pengurangan emisi yang dibutuhkan mencapai kisaran 49 hingga 77 persen pada tahun 2035.

Sekretaris Eksekutif UNFCCC, Simon Stiell, menyatakan bahwa “kita sekarang jelas membelokkan kurva emisi ke bawah untuk pertama kali, namun masih jauh dari cukup”.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa dari sekitar 195 negara anggota, hanya 64 yang telah menyerahkan pembaruan Rencana Kontribusi Nasional (NDC) mereka hingga September 2025, dan cakupan emisi yang dilaporkan hanya sekitar 30 persen dari emisi global.

Meski tren penurunan ini menjadi sinyal positif, para pakar memperingatkan bahwa kecepatan penurunan masih terlalu lambat—termasuk dalam transisi energi terbarukan, efisiensi energi dan penghapusan batu bara.

Dalam konteks ini, gelombang inovasi seperti peningkatan kapasitas energi terbarukan, penguatan regulasi karbon dan pembiayaan iklim menjadi sorotan utama untuk mempercepat perubahan.

Meski terdapat kemajuan, beberapa negara besar seperti China, India dan beberapa anggota G20 lainnya belum menyerahkan target formal terbaru atau belum mengimplementasikannya secara penuh, yang membuat contoh penurunan ini masih sangat rentan.

Laporan ini diluncurkan menjelang pelaksanaan COP30 yang akan digelar di Brasil, dan menjadi semacam pengingat kepada para pemimpin dunia bahwa waktu untuk bertindak semakin sempit.

Kesimpulannya, meski dunia untuk pertama kali melihat tanda penurunan emisi, momentum ini masih sangat rapuh dan banyak yang harus dilakukan agar tren tersebut bisa konsisten dan cukup untuk menghindari krisis iklim yang lebih parah.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.