Jakarta, Semangatnews.com – Filipina akan mengambil alih kepemimpinan ASEAN untuk tahun 2026 setelah secara simbolis menerima palu kepemimpinan dari Malaysia di pertemuan puncak di Kuala Lumpur.
Presiden Filipina menyatakan bahwa negara tersebut sudah siap secara logistik dan agenda untuk memimpin blok kawasan Asia Tenggara itu telah dipersiapkan dengan matang.
Agenda utama Filipina di masa kepemimpinan nanti akan memfokuskan pada isu Laut China Selatan — sebuah wilayah strategis yang menjadi jalur perdagangan penting dan juga pusat sengketa maritim antar negara.
Filipina termasuk salah satu negara anggota ASEAN yang memiliki klaim tumpang-tindih di Laut China Selatan bersama beberapa negara lain, dan hal ini membuat posisi Manila sebagai ketua memiliki makna ganda: sebagai mediator sekaligus pihak yang berkepentingan langsung.
Dalam pidatonya, Presiden Filipina menegaskan bahwa kerja sama regional tetap menjadi kunci, meskipun tantangan keamanan laut dan kedaulatan masih membara di kawasan.
Para pengamat menilai bahwa Filipina akan mencoba mendorong penyelesaian melalui diplomasi multilateral dan memperkuat mekanisme seperti norma perilaku di laut untuk mencegah eskalasi.
Meskipun demikian, Filipina menghadapi dilema besar: bagaimana menyeimbangkan tuntutan kedaulatan sendiri dengan kebutuhan kerja sama bersama negara tetangga dan meredam tekanan dari pihak eksternal seperti Cina.
Salah satu tantangan teknis adalah menyelaraskan agenda ASEAN yang bersifat kolektif dengan kepentingan nasional Filipina yang sangat aktif dalam sengketa maritim. Indonesia, Malaysia, dan Vietnam juga harus dilibatkan agar kesepakatan bersama bisa tercapai.
Filipina menyebut bahwa agenda-agenda seperti pembangunan kapasitas teknologi maritim, pemantauan kondisi laut, dan alih teknologi nelayan akan menjadi bagian dari fokus saat memimpin ASEAN.
Dengan menjabat sebagai ketua ASEAN, Filipina berharap menyeret isu laut dari pinggiran agenda menjadi inti pembicaraan kawasan — dan memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat posisinya dalam diplomasi maritim.(*)
