Kim Jong Un Geram, Korea Utara Tembakkan 10 Roket Artileri ke Laut Kuning

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara menembakkan sekitar 10 roket artileri ke arah Laut Kuning dalam dua kejadian terpisah, yang terjadi bertepatan dengan kunjungan tinggi dari Amerika Serikat.

Kejadian pertama tercatat sekitar pukul 15.00 Sabtu lalu ketika Presiden Korea Selatan, Lee Jae‑Myung, menggelar pertemuan dengan pemimpin Tiongkok di Gyeongju. Kemudian kejadian kedua, sekitar pukul 16.00 Senin, saat Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, berada di Zona Demiliterisasi (DMZ) Korea guna kunjungan resmi.

Militer Korea Selatan menyatakan bahwa proyektil itu ditembakkan menggunakan sistem peluncur roket berkaliber besar sehingga targetnya berada di laut terbuka, bukan wilayah daratan Korea Selatan.

Kantor Bersama Staf (JCS) Korea Selatan mengatakan bahwa pihaknya kini sedang menganalisis secara cermat karakteristik dan jenis proyektil bekerja sama dengan otoritas intelijen AS untuk mengidentifikasi lebih lanjut jenis dan potensi ancamannya.

Analisis awal menunjukkan bahwa peluncuran ini bisa menjadi isyarat intimidasi strategis yang dimaksudkan untuk mengganggu kunjungan pejabat AS‑Korea Selatan dan menegaskan posisi militer Korea Utara di kawasan perbatasan.

Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan kapasitas artileri dan roket jarak pendek, termasuk sistem multiple rocket launcher 240 mm yang dianggap memiliki jangkauan hingga puluhan kilometer ke laut maupun wilayah tetangga.

Di dalam negeri Korea Selatan, otoritas pertahanan menyatakan bahwa meskipun belum ada dampak langsung terhadap warga sipil, eskalasi ini memperlihatkan betapa sensitifnya wilayah perbatasan dan bagaimana setiap gerakan militer Utara dapat secara cepat memicu ketegangan.

Sementara itu, negara‑sekutu seperti Amerika Serikat dikabarkan akan terus memperkuat kehadiran militer dan patroli bersama di kawasan untuk menegaskan komitmen mereka terhadap pertahanan Korea Selatan.

Kunjungan Hegseth ke DMZ, yang merupakan baris depan bagi aliansi AS‑Korea Selatan, menjadi momen penting yang makin dikuatkan oleh peluncuran roket Utara sebagai sinyal bahwa Pyongyang tidak akan berhenti menunjukkan kemampuannya.

Akhirnya, peristiwa ini mengingatkan bahwa meskipun banyak sorotan tertuju pada program nuklir Korea Utara, kemampuan artileri dan roket mereka tetap menjadi ancaman nyata di kawasan — dan setiap kunjungan diplomatik bisa berpotensi disertai unjuk kekuatan seperti yang terjadi kali ini.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.