Jakarta, Semangatnews.com – Sosok Sabrina Alatas mendadak menjadi topik hangat di jagat media sosial setelah proyek Pinterest‑nya menarik perhatian netizen.
Putri pengusaha dan musisi jazz Jay Alatas ini memang bukan datang dari jalur kuliner biasa. Ia menyelesaikan pendidikan di sekolah kuliner bergengsi Le Cordon Bleu Paris, kemudian meniti karier sebagai chef di sebuah restoran ternama Paris sebelum kembali ke Indonesia.
Sebelum masuk ke dunia kuliner, Sabrina sempat meniatkan diri menjadi engineer atau arsitek. Namun kegemarannya memasak di rumah kemudian membuka jalan menuju profesi yang kini dijalaninya.
Ketenarannya meroket ketika di Pinterest muncul sebuah folder berjudul “FUTURE HOUSE” yang dikaitkan dengan namanya bersama kontributor bernama HDW—yang menurut rumor adalah selebritas. Folder tersebut memuat banyak koleksi desain rumah dan interior yang kemudian menjadi viral.
Meski viralnya datang karena unsur selebritas, fokus karier Sabrina tetap pada dunia gastronomi. Ia kini menjadi pemilik restoran Manje – Bowls, Baos, Brews, dan juga aktif sebagai chef profesional yang mengejar standar internasional.
Dalam wawancaranya, Sabrina menegaskan bahwa dapur profesional bukanlah ruang eksklusif untuk laki‑laki. Ia menyebut bahwa yang menentukan adalah kemampuan, bukan gender. Sebagai chef wanita muda, ia mengaku harus bekerja lebih keras untuk meraih pengakuan.
Di tengah sorotan, ada sisi tantangan yang ia hadapi: reputasi profesionalnya kini ikut terseret isu viral. Meski demikian, ia memilih untuk tetap fokus pada karya daripada hanya menjadi headline gosip.
Bagi para pecinta kuliner dan dunia restoran, keberadaan chef muda seperti Sabrina menjadi semacam sinyal bahwa industri gastronomi Indonesia semakin kaya akan talenta internasional dan gaya baru.
Namun bagi Sabrina sendiri, pasangannya bukan hanya reputasi, ia sekaligus memberanikan diri membuka bisnis kuliner sendiri di masa depan, dengan pengalaman global yang dimilikinya.
Hari ini, meski namanya viral karena sisi berbeda, Sabrina Alatas muncul sebagai sosok yang menjembatani antara aspirasi profesional, identitas anak muda Indonesia yang merantau, dan sorotan dunia maya yang sering tak mudah dikendalikan.
Publik pun makin menanti: apakah kejutan berikutnya dari chef muda ini akan datang dari resep inovatifnya, konsep restoran yang dibangunnya, atau justru bagaimana ia menjalankan kariernya di tengah gemerlap media sosial.(*)
