Jakarta, Semangatnews.com – Warga negara Indonesia diimbau untuk menunda perjalanan ke tiga negara tetangga yang saat ini dilanda bencana beruntun. Tiga negara tersebut adalah Filipina, Vietnam, dan Hong Kong yang masing-masing tengah menghadapi krisis alam dan cuaca ekstrem secara simultan.
Filipina dilaporkan mengalami dampak serius akibat topan kuat yang telah mengakibatkan banjir bandang, tanah longsor dan ribuan evakuasi. Sementara itu Vietnam dan Hong Kong juga berada di jalur gelombang cuaca atau sistem tekanan yang membuat kondisi menjadi semakin genting.
Pemerintah Indonesia melalui instansi terkait menyebut bahwa faktor keamanan dan kemudahan mobilitas menjadi pertimbangan utama. Dengan kondisi darurat di tiga negara tersebut, konsentrasi bantuan dan evakuasi membuat pelayanan ke luar negeri menjadi lebih terbatas.
Selain itu, risiko penundaan penerbangan, penutupan pelabuhan, gangguan logistik serta potensi tersebarnya penyakit akibat banjir menjadikan momen ini kurang tepat untuk bepergian ke ketiga lokasi tersebut.
Destinasi wisata yang semula banyak dikunjungi oleh warga Indonesia di Filipina, Vietnam dan Hong Kong kini harus masuk daftar perhatian karena potensi gangguan layanan pariwisata dan keamanan.
Kedutaan besar Indonesia di negara-negara tersebut telah mengeluarkan imbauan kepada WNI yang sedang berada di lokasi untuk segera mengevaluasi rencana dan mempertimbangkan kembali keberadaan mereka.
Para pelaku perjalanan dan agen biro wisata juga diberi saran agar memberitahukan klien mengenai situasi terkini di tiga negara tersebut, dan jika memungkinkan menunda keberangkatan hingga kondisi pulih.
Warga yang sudah berada di Filipina, Vietnam atau Hong Kong diminta untuk tetap waspada, memantau peringatan cuaca, dan menjaga kontak dengan pihak kedutaan serta keluarga di Indonesia.
Meski demikian, pemerintah Indonesia menyatakan siap memberikan bantuan darurat bila ada pengurangan layanan konsuler atau evakuasi massal di negara-negara tersebut.
Pada akhirnya, imbauan untuk menunda perjalanan ke tiga negara tetangga ini adalah bentuk pencegahan agar keamanan dan kenyamanan warga Indonesia tetap terjaga di tengah situasi yang sedang tidak kondusif.(*)
