Operasi Cangkok Kulit dan Dampak Ledakan di SMAN 72 Jakarta

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Ledakan hebat yang mengguncang ruang ibadah di SMAN 72 Jakarta pada hari Jumat (7/11) meninggalkan jejak luka yang dalam. Korban yang mengalami luka bakar parah kini menjalani perawatan intensif, termasuk rencana tindakan cangkok kulit guna menyelamatkan fungsi dan bentuk fisik.

Direktur Utama RS Islam Cempaka Putih, Dr. Pradono Hangdojo, menyampaikan bahwa sebanyak 11 korban dari tragedi tersebut saat ini masih dirawat di rumah sakit tersebut. Satu korban mengalami luka bakar tingkat 3 yang tidak dapat sembuh secara alami, sehingga tim medis telah menyusun strategi multidisipliner untuk penanganan lanjut.

“Korban yang di ICU kondisinya memang masih cukup parah dan serius, belum bisa pindah ke ruang pasien biasa,” ujar Pradono dalam konferensi pers di Jakarta Pusat. Ia menjelaskan bahwa penanganan melibatkan enam dokter spesialis yakni bedah ortopedi, bedah plastik, paru, mata, THT, dan bedah mulut, serta didukung tim radiologi, patologi, mikrobiologi, dan rehabilitasi medis.

Salah satu tindakan yang direncanakan adalah skin grafting atau cangkok kulit, yang diambil dari bagian tubuh lain dan dipindahkan ke area luka bakar agar jaringan bisa pulih secara fungsional. Menurut Pradono, jika luka parah dibiarkan sembuh secara alami, maka jaringan parut (scar tissue) dapat terbentuk yang tidak hanya menimbulkan masalah kosmetik tetapi juga fisiologis.

Tak hanya luka bakar, tim medis juga mencatat adanya gangguan pendengaran akibat trauma akustik yang diakibatkan oleh ledakan yang sangat keras. Sebelumnya dikatakan gangguan sekitar 75 persen, namun kini lebih dari 90 persen korban mengalami gangguan pendengaran. Pemeriksaan audiometri dan endoskopi telinga serta foto untuk melihat kondisi gendang telinga tengah dilakukan sebagai bagian dari pengecekan menyeluruh.

Pradono menambahkan bahwa jika gangguan pada gendang telinga masih di bawah 50 persen dalam dua minggu, ada kesempatan untuk sembuh secara alami. Namun jika sudah 100 persen rusak, maka diperlukan tindakan medis lanjutan.

Lokasi kejadian, ruang ibadah di SMAN 72 Jakarta, berada di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ledakan terjadi saat khotbah salat Jumat, yang kemudian memunculkan kepanikan dan korban yang tersebar ke sejumlah fasilitas medis. Pelaku ledakan diduga adalah siswa sekolah tersebut, yang merakit sendiri bahan peledak.

Peristiwa ini mengejutkan masyarakat sekitar dan menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan orang tua, warga sekolah, maupun warga lingkungan. Pemerintah sekolah dan pihak keamanan kini tengah melakukan evaluasi intensif terhadap prosedur keamanan dan pengawasan di lingkungan sekolah.

Hingga saat ini, data lengkap korban masih dalam pengumpulan dan belum semua dapat diungkap publik. Namun jelas bahwa proses pemulihan bagi korban yang terdampak berat membutuhkan waktu panjang dan dukungan medis serta psikis yang memadai.

Pihak sekolah memastikan akan bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memastikan agar insiden serupa tidak terulang. Sementara keluarga korban berharap adanya dukungan dan perhatian lebih dari semua pihak agar proses pemulihan berjalan optimal.

Kejadian ini kembali menjadi peringatan keras tentang betapa pentingnya pengawasan dan pengamanan ekstra di lingkungan pendidikan, agar keselamatan siswa dan tenaga pendidik tetap menjadi prioritas utama.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.