Jakarta, Semangatnews.com – Provinsi Riau mencatat rekor kelam di tahun 2025: hampir 450 orang meregang nyawa akibat kecelakaan lalu lintas. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menanggapi data tersebut dengan peringatan keras, bahwa penindakan polisi saja tidak cukup tanpa edukasi menyeluruh.
Dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Lancang Kuning, Kapolda Herry mengungkap keprihatinannya atas angka kecelakaan yang terus bertambah. Dia menyampaikan bahwa kecelakaan lalu lintas bukan sekadar urusan kriminalitas atau pelanggaran, melainkan masalah sosial dan budaya yang harus diselesaikan bersama.
Ia menunjukkan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab terbesar kecelakaan di jalan. Karena itu, pendekatan edukatif menjadi pilar utama strategi Polri di Riau. Kapolda meminta agar kampanye keselamatan tidak hanya dilakukan sesaat, tetapi dijalankan seperti program budaya terus-menerus.
Kapolda menekankan pentingnya kesadaran kolektif. Untuk itu, ia mendorong agar narasi tertib berlalu lintas sungguh ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari warga Riau — di rumah, sekolah, komunitas, dan organisasi sosial. Keselamatan jalan, menurutnya, harus menjadi bagian dari dialog publik.
Sebagai langkah nyata, Polda Riau menurunkan hampir seribu personel untuk Operasi Zebra Lancang Kuning. Kapolda menyebut bahwa operasi ini bukan hanya razia, melainkan bagian dari misi edukasi dan pembinaan perilaku pengendara. Dia meminta aparat bertindak humanis, bukan represif semata.
Dalam sambutan apel, Kapolda juga menyerukan kolaborasi dengan instansi non-polisi, seperti dinas pendidikan dan dinas perhubungan. Menurutnya, kerja sama lintas sektor sangat krusial agar pesan keselamatan bisa menjangkau semua kalangan, terutama para pelajar dan pengemudi pemula.
Isu over muatan kendaraan menjadi sorotan khusus. Kapolda Herry menegaskan bahwa kendaraan besar seperti truk over dimension over load menjadi ancaman nyata di jalan-jalan Riau. Dia menegaskan akan memperkuat patroli dan pengawasan untuk mencegah kendaraan berat yang membawa muatan melebihi kapasitas beroperasi secara bebas.
Tidak hanya itu, Polda Riau juga mengajak peran media untuk memperkuat kampanye tertib berlalu lintas. Kapolda berharap wartawan ikut menyuarakan kesadaran kolektif di masyarakat agar kecelakaan bisa ditekan secara signifikan.
Sebagai simbol aksi peduli, Polda Riau membagikan helm standar SNI kepada pelajar dan ojek online, sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban kecelakaan yang mengalami disabilitas. Ini merupakan wujud komitmen Polri untuk turut memulihkan dampak sosial dari kecelakaan.
Kapolda menyatakan bahwa operasi razia seperti Zebra haruslah dijadikan momentum perubahan. Dia menekankan bahwa keberhasilan bukan dilihat dari jumlah tilang, tetapi dari penurunan angka kecelakaan dan korban jiwa. Bagi dia, perubahan budaya lalu lintas adalah kunci.
Di akhir amanat, Kapolda Riau menyerukan agar masyarakat Riau tidak menunggu tilang atau razia untuk tertib berkendara. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama, dan hanya melalui edukasi yang masif dan kolaborasi lintas sektorlah nyawa-nyawa di jalan bisa diselamatkan.(*)
