Malapetaka di Benhil: Kabut Asap, Rumah Reruntuhan dan Wajah Warga Terpukul Kebakaran

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Malam di Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, berubah mencekam saat api tiba-tiba menyala di tengah kerumunan rumah padat penduduk. Dalam hitungan menit, puluhan bangunan ludes terbakar, meninggalkan reruntuhan hitam dan duka di wajah para penghuninya.

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu malam itu langsung memanggil puluhan unit pemadam kebakaran yang disiagakan. Api yang membara tampak menjilat atap kayu dan material seadanya milik warga, memaksa petugas bekerja tanpa lelah demi mencegah penyebaran lebih luas.

Ledakan-percikan api awal disebut berasal dari panel listrik salah satu rumah. Warga yang menyaksikan mengaku sempat mendengar bunyi “cek… jebret…”, sebelum kobaran merah melonjak tinggi. Banyak yang panik dan menyelamatkan diri, sebagian membawa barang berharga, sebagian lain hanya mengenakan pakaian seadanya saat mengungsi.

Akibat kebakaran itu, sekitar 150 jiwa dari 33 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka berpindah sementara ke GOR Tanah Abang, di mana pos pengungsian didirikan untuk menampung korban. Suasana di tempat pengungsian begitu haru, banyak orang tua menggendong anak, sesekali mata berkaca menyaksikan kerusakan rumah mereka di kejauhan.

Dalam proses pemadaman, petugas berupaya keras menjangkau sudut-sudut rumah yang sulit dijangkau. Mereka menyemprot air dan membasahi atap serta dinding yang sudah hangus, berharap tidak ada bara yang tertinggal. Pendinginan dilakukan hingga api benar-benar padam, meskipun asap tebal masih terus mengepul ke angkasa.

Petugas BPBD bersama relawan dan dinas sosial langsung melakukan pendataan pengungsi. Mereka mencatat identitas setiap keluarga, mengecek kondisi anak-anak dan lansia, serta mencari solusi kebutuhan darurat seperti selimut, air minum, dan makanan cepat saji untuk bertahan di pengungsian.

Kerusakan yang ditinggalkan sangat terpampang jelas: bangunan rumah yang dulunya rapat kini berbentuk rangka hitam, atap tercabik, dan sebagian dinding runtuh. Bekas terbakar memberikan kesan tragis, seolah setiap rumah menyimpan kisah kehilangan yang dalam.

Sementara itu, warga menyuarakan rasa frustasi mereka. Mereka mengeluhkan kurangnya kesadaran soal bahaya listrik di rumah padat penduduk, serta minimnya edukasi penanggulangan kebakaran. Beberapa warga berharap pemerintah setempat memperbaiki instalasi listrik dan memberi pelatihan kesiapsiagaan kebakaran rutin.

Pemerintah Jakarta Pusat menyatakan akan memberikan bantuan pemulihan pasca-kebakaran. Rencana jangka pendek mencakup renovasi rumah rusak ringan dan distribusi bantuan material bangunan, sedangkan jangka panjang akan dibahas lebih lanjut, termasuk kemungkinan menata ulang pemukiman agar lebih aman dari risiko kebakaran.

Tragedi di Benhil menjadi pengingat pahit bahwa permukiman padat di ibu kota rentan terhadap bencana kebakaran. Warga dan pemerintah diharapkan bisa menjalin kerja sama lebih erat, memperkuat sistem pencegahan, dan membangun budaya tanggap bahaya agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.