Jakarta, Semangatnews.com – Kesedihan mendalam menyelimuti hati Richa Novisha setelah kepergian sang suami, Gary Iskak, yang meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal pada Sabtu (29/11/2025). Namun dalam pertemuan untuk mengenang almarhum, Richa menunjukkan tekad kuat untuk bangkit dan mulai melatih kembali mental demi masa depan.
Sejak awal kabar duka itu muncul, Richa sempat terpukul berat — terlihat lemas dan sempat dipapah keluarganya ketika prosesi pemakaman berlangsung. Banyak sahabat dan rekan artis hadir untuk memberi dukungan, sementara suasana duka terasa kental di pemakaman sang aktor.
Meski demikian, saat keluarga berkumpul dalam doa dan tahlilan mengenang Gary, Richa mulai perlahan membuka diri. Ia menceritakan sisi almarhum sebagai sosok penyayang, humoris, dan sangat mencintai keluarga — kenangan yang menurutnya bisa menjadi kekuatan untuk terus melangkah.
Richa mengakui bahwa kehilangan ini sangat berat, tetapi ia meyakini bahwa hidup harus terus berjalan. “Almarhum itu family‑man, penyayang, humoris… keluarga nomor satu,” katanya, mengenang sosok Gary dengan penuh haru.
Keputusan Richa untuk mulai melatih mental bukan semata kesadaran — tetapi juga bentuk tanggung jawab sebagai ibu dan figur keluarga bagi anak-anak mereka. Ia ingin memastikan bahwa keluarga tetap bisa berdiri meskipun kenyataan pahit mengguncang.
Sikap tegar Richa ini mendapat apresiasi dari banyak pihak — rekan kerja, teman lama, maupun publik. Banyak yang mendoakan agar ia diberi kekuatan dan sabar melalui masa sulit ini, serta siap mendampingi langkah barunya ke depan.
Meski proses berkabung baru berjalan beberapa hari, Richa tampak berusaha keras menjaga keseimbangan emosional: antara duka yang masih mendalam dan kebutuhan untuk kuat demi anak‑anak serta masa depan keluarga mereka.
Keputusan untuk membuka diri dan berbagi kenangan tentang Gary juga dianggap penting oleh Richa. Baginya, mengenang sosok suami bukan hanya meratapi kepergian — tetapi juga merawat warisan cinta dan kebersamaan yang pernah mereka lewati bersama.
Aktivitas harian yang dulu mungkin sederhana — bersama keluarga, bercanda, berbagi — kini harus diikuti dengan ketegaran baru. Richa menyadari bahwa kehidupan akan terus berjalan walau tanpa kehadiran Gary.
Di tengah duka, nilai kekeluargaan dan cinta menjadi penguat bagi Richa. Ia bertekad untuk menjaga dan mewariskan semangat itu kepada anak‑anak mereka; menjadi sandaran dan pelita dalam masa-masa sulit.
Perjalanan pemulihan tentu tidak mudah. Namun dengan dukungan keluarga, sahabat, dan publik — serta kenangan manis bersama Gary — Richa memilih untuk melangkah maju. Pesan yang ingin ia sampaikan: meskipun duka mendalam, hidup harus terus berjalan, dan cinta tetap abadi.(*)
