Jakarta, Semangatnews.com – Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,1 persen pada tahun 2026 dan 2027. Proyeksi ini disampaikan dalam laporan World Economic Outlook edisi Januari 2026, menunjukkan optimisme terhadap kekuatan perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurut IMF, pertumbuhan Indonesia pada kedua tahun mendatang lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya, seiring perbaikan kondisi ekonomi dan stimulus kebijakan fiskal serta moneter yang akomodatif.
Dengan angka pertumbuhan tersebut, ekonomi Indonesia diperkirakan lebih cepat dibanding banyak negara lain di kawasan Asia. China misalnya diperkirakan tumbuh sekitar 4,5 persen pada 2026 dan melambat menjadi 4 persen pada 2027, sementara Malaysia sekitar 4,3 persen pada periode yang sama.
Prospek pertumbuhan ini menempatkan Indonesia di posisi yang relatif kuat dalam kompetisi regional. Di antara negara-negara Asia Tenggara, hanya Filipina dan India yang diperkirakan tumbuh lebih cepat, masing-masing mencapai lebih dari 5 persen pada kedua tahun tersebut.
IMF juga mencatat kenaikan proyeksi ekonomi global secara keseluruhan pada 2026 menjadi sekitar 3,3 persen, sedikit meningkat dari perkiraan sebelumnya. Perbaikan ini mencerminkan ketahanan ekonomi global meski menghadapi berbagai tantangan seperti tekanan geopolitik dan gangguan perdagangan.
Para ekonom mengatakan bahwa pertumbuhan Indonesia didukung oleh kombinasi konsumsi domestik yang kuat, investasi infrastruktur, serta peran aktif pemerintah dalam mendorong iklim usaha dan investasi, termasuk masuknya investasi langsung asing.
Namun, proyeksi IMF juga mengingatkan bahwa pertumbuhan tidak terlepas dari tantangan eksternal, seperti perlambatan ekonomi global, volatilitas pasar, dan risiko ketegangan perdagangan yang dapat memengaruhi ekspor Indonesia.
Dengan proyeksi 5,1 persen tersebut, Indonesia dipandang sebagai salah satu ekonomi utama di kawasan Asia yang menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global. Hal ini mempertegas peran Indonesia sebagai motor pertumbuhan ekonomi di ASEAN dan Asia.
Kenaikan proyeksi ini juga dibandingkan dengan estimasi lembaga internasional lain seperti Bank Dunia. Dalam laporan Global Economic Prospects terbaru, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan Indonesia bertahan di sekitar 5 persen pada 2026, sedikit di bawah proyeksi IMF.
Perbedaan angka menunjukkan adanya dinamika asumsi dan metode perhitungan antara lembaga internasional dalam menilai prospek ekonomi suatu negara. Meski demikian, semua pihak sepakat bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.
Pemerintah Indonesia menyambut baik proyeksi ini sebagai pengakuan terhadap langkah-langkah kebijakan yang telah diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong investasi, serta memperluas basis produksi nasional.
Berdasarkan proyeksi IMF yang membandingkan Indonesia dengan negara lain di Asia, pertumbuhan 5,1 persen menjadi sinyal bahwa ekonomi domestik memiliki momentum positif untuk terus berkembang meski tantangan global tetap ada.(*)
