Musrenbang Koto Katik Bahas 12 Usulan, Wawako Allex Dorong Program Berdampak Langsung

by -

Padang Panjang, Semangatnews.com – Kelurahan Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur, mengajukan 12 usulan program kegiatan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar Kamis (5/2). Seluruh usulan tersebut merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat dari berbagai unsur dan pemangku kepentingan di tingkat kelurahan.

Dari total usulan yang dibahas, tiga di antaranya berupa kegiatan fisik, empat program bidang sosial budaya, serta lima kegiatan pada sektor ekonomi. Musrenbang ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Sonny Budaya Putra, Camat Padang Panjang Timur Wira Jaya Septikha, perwakilan OPD terkait, unsur RT, LPM, FKPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta fasilitator kelurahan.

Dalam sambutannya, Wawako Allex menegaskan bahwa Musrenbang kelurahan merupakan tahapan awal yang sangat strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Padang Panjang Tahun 2027. Ia menilai forum ini sebagai ruang penting partisipasi publik dalam menentukan arah pembangunan.

“Musrenbang adalah wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi. Perencanaan yang baik harus dimulai dari bawah, dari RT dan kelurahan, agar program yang lahir benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga,” ujar Allex.

Ia juga memaparkan lima fokus utama RKPD 2027, yakni pemulihan pascabencana, penanganan sampah secara sistematis, penghapusan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, seluruh usulan yang diajukan harus selaras dengan arah kebijakan tersebut.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kota Padang Panjang merencanakan alokasi anggaran sebesar Rp150 juta per RT untuk 241 RT pada 2027. Kebijakan ini ditujukan untuk mempercepat penyelesaian persoalan mendasar di tingkat lingkungan secara tepat sasaran.

Allex menekankan agar anggaran tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan prioritas masyarakat, seperti infrastruktur dasar, kebersihan lingkungan, akses air bersih, penanganan sampah, serta pengembangan kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Anggaran harus digunakan untuk kegiatan yang berdampak langsung. Hindari program yang tidak memberi manfaat jelas bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan agar setiap usulan bersumber dari aspirasi masyarakat, disusun secara spesifik, terukur, dan realistis, serta memiliki dampak luas. Allex juga mendorong penguatan budaya gotong royong sebagai bagian dari solusi pembangunan di tingkat kelurahan.

Sementara itu, Lurah Koto Katik, Riki Hamdi, menyampaikan bahwa usulan yang diajukan berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, seperti kerusakan saluran irigasi dan longsor bahu jalan yang berdampak pada lahan pertanian warga.

Selain sektor infrastruktur, pihak kelurahan juga mengusulkan program pelatihan pengolahan sampah berbasis kegiatan tradisional, beasiswa pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu, pengadaan peralatan kebencanaan, dukungan UMKM, serta bantuan modal bagi petani.

Riki berharap seluruh usulan tersebut dapat diakomodasi dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Padang Panjang demi mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Koto Katik.(eti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.