Jakarta, Semangatnews.com – Aktris dan penyanyi Cinta Laura mengungkapkan alasan kuat di balik keputusannya untuk sempat tidak ingin kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan dan membangun kehidupan di luar negeri. Ia pernah merasa bahwa hidup di luar negeri memberinya ruang untuk menjadi dirinya sendiri tanpa banyak penghakiman.
Dalam sebuah perbincangan publik, Cinta Laura menceritakan bahwa ketika menempuh studi di Columbia University, Amerika Serikat, ia merasakan kebebasan yang jarang ditemukannya saat tinggal di Indonesia, terutama karena lebih sedikit tekanan sosial dan ekspektasi orang lain.
Perasaan ingin menetap di luar negeri muncul bukan semata karena kualitas kehidupan atau karier yang terbuka, tetapi juga karena ia merasa di sana bisa menjalani hidup dengan jati diri yang lebih bebas. “It’s better abroad, I can be myself, orang-orang nggak nge-judge aku,” katanya mengungkapkan pengalaman pribadinya.
Cinta dikenal bukan hanya sebagai artis, tetapi juga sebagai sosok yang mengejar pendidikan tinggi. Ia berhasil meraih dua gelar sekaligus dalam Sastra Jerman dan Psikologi dari salah satu universitas ternama di dunia, sesuatu yang ia maknai sebagai pencapaian besar.
Namun seiring waktu, perspektifnya terhadap keputusan tersebut mulai berubah. Ia menilai bahwa keengganan untuk kembali ke Indonesia terkadang dipicu oleh ego dan kebutuhan akan pengakuan, bukan semata pilihan rasional.
Cinta Laura mengungkapkan bahwa orang yang memiliki ego tinggi justru seringkali adalah mereka dengan rasa percaya diri yang rapuh, dan ini kerap membuat mereka ingin bertahan di luar negeri demi menghindari realitas dan ekspektasi di tanah air.
Refleksi tersebut akhirnya membuatnya mengambil keputusan untuk kembali ke Indonesia, bukan karena pilihan mudah, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab untuk memberi kontribusi kepada bangsanya sendiri.
Ia menekankan bahwa peluang dan kelebihan yang dimiliki seseorang seharusnya digunakan untuk membantu dan memudahkan hidup orang lain, bukan sekadar demi kenyamanan pribadi.
Cinta Laura percaya bahwa Indonesia merupakan negara dengan potensi besar dan bahwa keberadaan talenta Indonesia di luar negeri sebaiknya juga memperkuat pertumbuhan dan perkembangan di tanah air.
Pernyataan ini menarik perhatian publik, terutama karena jarang seorang public figure berbagi cerita introspektif tentang pergulatan identitas dan pilihan karier global versus kontribusi nasional.
Reaksi netizen beragam, dari yang memuji keberanian Cinta Laura berbicara jujur tentang pergulatan pribadinya hingga yang mengaitkan kisahnya dengan diskusi lebih luas tentang peran diaspora Indonesia.
Bagaimanapun, keputusan Cinta untuk kembali ke Indonesia menjadi contoh bagaimana seorang talenta internasional memilih untuk terlibat dalam pengembangan bangsa, meskipun sebelumnya sempat mempertimbangkan masa depan jauh dari Tanah Air.(*)
