Jakarta, Semangatnews.com – Foto udara terbaru dari wilayah Tapalpa, Jalisco, Meksiko memperlihatkan lokasi persembunyian terakhir Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes, bos kartel narkoba Cartel Jalisco Nueva Generación (CJNG), sebelum tewas dalam operasi militer besar yang mengguncang negara tersebut. Deretan gambar udara yang dirilis memotret sebuah vila mewah di kawasan Tapalpa Country Club, tempat El Mencho bersembunyi dan berakhir hidupnya dalam baku tembak yang terjadi pada Minggu lalu.
Rumah dua lantai yang terlihat dalam foto itu terletak di lingkungan eksklusif, dikelilingi oleh pepohonan hijau dan bangunan mewah lain yang kontras dengan reputasi pemimpinnya sebagai salah satu buronan paling dicari di dunia. Vila ini dipilih El Mencho sebagai tempat persembunyian setelah berbulan-bulan menjadi target operasi aparat keamanan Meksiko dan AS.
Operasi militer yang menewaskan El Mencho berlangsung setelah aparat intelijen mendapatkan informasi dari jejak dan pergerakan kekasihnya yang sempat terlihat di resor tersebut, sehingga pasukan khusus mengepung kompleks elit itu sebelum fajar.
Pada saat serangan dilancarkan, El Mencho dan kelompok bodyguard-nya menanggapi dengan tembakan, memicu baku tembak sengit yang berlangsung beberapa jam. Menurut saksi mata dan laporan media internasional, suara tembakan mesin dan deru helikopter militer memecah keheningan kawasan wisata itu, membuat wisatawan dan penduduk sekitar panik.
Upaya pelarian El Mencho melalui taman belakang vila tak membuahkan hasil. Ia dilaporkan terluka parah dan kemudian meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit setelah baku tembak dengan pasukan militer.
Kematian El Mencho ini merupakan pukulan besar bagi CJNG, yang dipandang sebagai salah satu sindikat narkoba paling kuat di Meksiko dan menjadi sumber pemasokan berbagai narkotika termasuk fentanyl dan methamphetamine ke pasar AS serta negara lainnya.
Namun begitu, dampak dari jatuhnya pemimpin CJNG itu tidak serta-merta menciptakan ketentraman. Setelah berita tewasnya El Mencho menyebar, sejumlah wilayah di Negara Bagian Jalisco dilanda gelombang kekerasan dan kerusuhan. Pihak berwenang melaporkan kendaraan dibakar, jalanan diblokir, dan bentrokan sporadis terjadi antara anggota kartel dan aparat keamanan.
Reaksi keras ini memaksa pemerintah Meksiko meningkatkan kehadiran militernya di kota-kota besar, termasuk Guadalajara, untuk meredam aksi balasan kartel. Beberapa warga sipil dilaporkan terperangkap dalam situasi berbahaya tersebut, memicu kekhawatiran akan keamanan publik.
Pemerintah AS juga memberikan dukungan intelijen dan pengintaian dalam operasi yang berujung pada kematian tokoh kriminal tersebut, sebuah kolaborasi yang mencerminkan tekanan diplomatik dan keamanan antara kedua negara untuk menindak sindikat narkoba transnasional.
Selain itu, sejumlah negara bagian di AS bahkan menyerukan peningkatan upaya memerangi perdagangan narkotika setelah berita ini, menegaskan bahwa penanggulangan kartel harus jadi prioritas bersama kedua negara.
Kisah tentang lokasi terakhir El Mencho yang terungkap lewat foto udara ini menjadi simbol dari akhir era salah satu penguasa kartel paling berpengaruh, sekaligus awal kemungkinan gejolak baru dalam jaringan kriminal yang selama ini telah memicu puluhan ribu korban selama dekade terakhir.
Publik internasional kini terus memantau perkembangan situasi pascaperistiwa ini, termasuk upaya penegakan hukum untuk mencegah kekosongan kekuasaan di ranah kriminal yang dapat dengan cepat diisi oleh faksi lain.(*)
