58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Terjebak di Saudi Akibat Krisis Timur Tengah, DPR: Pemerintah Harus Gerak Cepat

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Puluhan ribu jemaah umrah asal Indonesia kini menghadapi situasi tak terduga di Arab Saudi setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu gangguan penerbangan internasional. Berdasarkan data resmi, sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Saudi dan belum bisa kembali ke Tanah Air sesuai jadwal.

Gangguan ini dipicu oleh penutupan dan penyesuaian rute penerbangan akibat meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah, termasuk beberapa negara tetangga yang menutup ruang udara untuk mengantisipasi risiko militer.

Melihat kondisi tersebut, anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, secara tegas meminta pemerintah segera menyiapkan skema pemulangan yang jelas dan terukur untuk memastikan puluhan ribu jemaah tidak terkatung-katung di luar negeri.

Menurut Selly, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) termasuk jemaah umrah di luar negeri, baik dari segi keamanan maupun kepastian layanan administratif.

Politikus dari PDI Perjuangan ini menekankan bahwa selain aspek administratif, keselamatan dan kepulangan jemaah harus menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi situasi darurat global seperti ini.

“Sistem mitigasi krisis dalam penyelenggaraan ibadah umrah perlu dievaluasi dan diperkuat agar kejadian serupa tidak terjadi di masa mendatang,” ujar Selly dalam keterangannya, Minggu.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi jemaah di Saudi. Data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus menunjukkan bahwa semua jemaah telah terpetakan lokasi dan jadwalnya.

Pihak Kemenhaj juga mengimbau kepada para jemaah untuk tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk mendapatkan informasi resmi terkait kepulangan.

Sementara itu, sejumlah maskapai penerbangan telah menunda dan mengubah rute keberangkatan dan kepulangan sebagai antisipasi terhadap dinamika keamanan di luar negeri, yang turut memengaruhi jadwal umrah dan pulang para jamaah Indonesia.

Keluarga para jemaah di Indonesia juga diminta tidak panik dan mengandalkan informasi dari saluran resmi pemerintah maupun PPIU agar tidak terjebak dalam kabar tidak terverifikasi yang beredar di media sosial.

Hingga kini, pemerintah terus berupaya menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah umrah Indonesia melalui berbagai koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan maskapai internasional demi memastikan tidak ada warga negara yang terlantar di luar negeri.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.