Jalan Provinsi Kumpulan Menuju Alahan Mati Hingga Nagari Simpang Kec. Simpati Pasaman Rusak Berat Dihiasi Banyak Lobang Menganga

by -
Jalan Provinsi Kumpulan Menuju Alahan Mati Hingga Nagari Simpang Kec. Simpati Pasaman Rusak Berat Dihiasi Banyak Lobang Menganga
Kondisi jalan berlobang kiri dan kanan di sepanjang jalan provinsi Alahan Mati Induk Kec. Simpati Pasaman.

SIMPANG, ALAHAN MATI, SEMANGATNEWS.COM – Jalan provinsi Kumpulan Kec. Bonjol hingga ke Alahan Mati menuju Nagari Simpang, Kecamatan Simpati, Pasaman sepanjang  8 km kini mengalami rusak parah termasuk jembatan utama berlokasi di dekat pasar Inpres Kumpulan banyak yang berlobang hingga menyulitkan masyarakat untuk melalui obyek vital ini guna menunjang perekonomian masyarakat setempat.

Sejak akhir November 2025 dengan curah hujan dengan intensitas tinggi membuat sepanjang kiri dan kanan jalan sulit dilalui terutama dari Nagari Kumpulan dimulai dari Jembatan berdekatan dengan Pasar Inpres, menuju Alahan Mati Hilia, Alahan Mati Induak Pasar Alahan Mati hingga Nagari Simpang jika tidak cepat diperbaiki, bukan tidak mungkin kerusakan jalan makin parah yang dikhawatirkan dapat menimbulkan korban.

Kondisi Jalan Alahan Mati Hilia, Kecamatan Simpati Pasaman saat hujan yang menggenangi ruas jalan
Kondisi Jalan Alahan Mati Hilia, Kecamatan Simpati Pasaman saat hujan yang menggenangi ruas jalan

Salah seorang pengguna jalan Doli Apria Gunawan (23 th) dari Lubuk Sikaping menuju Padang Sawah via malampah kepada Semangatnews.com, Rabu (04/03/26) jalan sepanjang tidak kurang 8 dari Kumpulan hingga ke Nagari Alahan Mati dan Nagari Simpang menuju Padang Sawah rata rata rusak berat mengakibatkan kendaraan tidak bisa berjalan sempurna yang memakan waktu lama di jalan dan di khawatirkan menimbulkan korban.

Yanis (40 th), pengemudi kendaraan umum Bukit Tinggi menuju Nagari Simpang, bahkan dari Simpang melalui Kumpulan menuju Lubuk Sikaping, mengalami kesulitan dengan waktu jika menempuh jalan Alahan Mati, selain banyak berlobang juga sulit mengejar waktu akibat kerusakan jalan umum yang terbilang rusak berat.

Di jalan Alahan Mati Induak rata-rata banyak lobang menganga di kiri dan kanan jalan dimulai sejak Bukit Ibua Alahan Mati. Sementara jalan Alahan Mati Hilia sering terjadi banjir di ruas jalan apalagi jika hujan turun berkepanjangan yang menyulitkan pengendara melewatinya bahkan kedalam air bisa mencapai 30 sd 50 cm, ujar Yanis dengan raut wajah sedih.

“Kondisi jalan seperti ini tentu tak bisa dibiarkan terjadi berlama lama, karena akan berdampak pada ekonomi masyarakat. Kami berharap Pemerintah kabupaten Pasaman dan Provinsi Sumbar dapat memperhatikannya lebih serius terhadap kerusakan ruas jalan dan beberapa jembatan yang biasa dilalui kendaraan umum, ujar salah seorang pemuka masyarakat setempat, Maijen penuh harap.

Dalam catatan semangatnews.com sejak terjadi bencana banjir dan longsor di beberapa titik kabuparen Pasaman akhir November 2025, kerusakan jalan, dan persawahan masyarakat telah menjadi pemandangan umum yang perlu perharian serius dari pemerintah.

Apalagi sejak jalan provinsi yang ada dari Panti menuju Simpang IV, Ujuang Gadiang dan Sasak lumpuh total yang tak dapat lagi dilalui kendaraan umum akhir November 2025.

Maka jalan kumpulan, Alahan Mati, Nagari Simpang menuju Malampah, Padang Sawah untu terus ke Simpang IV, Ujuang Gadiang, Sasak dan sekitarnya menjadi alternatif masyarakat yang datang dari Medan, Rao, Lubuk Sikaping bahkan menuju daerah Padang Pariaman dan Padang saat terjadi longsor di Palupuah Agam menuju Bukittinggi dari Pasaman dalam waktu bersamaan november 2025. (mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.