Iran Gempur Kilang Minyak Israel di Haifa, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan telah melancarkan serangan rudal terhadap kilang minyak Israel di kota Haifa. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik yang terus meningkat antara Iran dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyatakan bahwa fasilitas penyulingan minyak di Haifa dihantam rudal balistik jenis Kheibar Shekan. Rudal tersebut diklaim berhasil mencapai target yang menjadi salah satu infrastruktur energi penting Israel.

Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu malam waktu setempat. Iran menyebut langkah itu sebagai respons langsung terhadap serangan sebelumnya yang menyasar fasilitas energi di Teheran.

Menurut pernyataan IRGC, Israel sebelumnya melancarkan serangan udara yang menghantam depot penyimpanan minyak dan fasilitas energi di ibu kota Iran. Insiden tersebut memicu aksi balasan dari pihak Teheran.

Kilang minyak di Haifa sendiri merupakan salah satu fasilitas penting bagi pasokan energi Israel. Fasilitas ini berperan dalam proses penyulingan minyak dan distribusi bahan bakar di wilayah utara negara tersebut.

Selain menargetkan kilang minyak di Haifa, IRGC juga mengklaim menyerang sejumlah target lain di kawasan Timur Tengah. Beberapa di antaranya termasuk pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan lokasi yang diduga menampung pasukan AS di Dubai.

Serangan tersebut menambah panjang daftar aksi militer yang terjadi sejak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat pada awal 2026. Ketegangan ini dipicu oleh serangkaian serangan militer yang saling dibalas oleh pihak-pihak terkait.

Situasi ini juga berdampak pada stabilitas kawasan dan pasar energi global. Sejumlah serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak dunia.

Beberapa negara di kawasan Teluk bahkan dilaporkan meningkatkan kesiagaan militer untuk mengantisipasi meluasnya konflik. Ancaman terhadap jalur perdagangan energi internasional juga menjadi perhatian banyak pihak.

Para pengamat menilai serangan terhadap infrastruktur energi seperti kilang minyak menunjukkan meningkatnya intensitas konflik antara Iran dan Israel. Target energi dinilai strategis karena berpengaruh langsung terhadap ekonomi dan logistik militer.

Hingga kini, situasi di Timur Tengah masih terus berkembang dengan berbagai serangan dan aksi balasan dari pihak yang terlibat. Dunia internasional pun menyerukan upaya diplomasi untuk mencegah konflik yang lebih luas.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.