Pidato Perdana Mojtaba Khamenei Langsung Serang AS, Iran Janji Balas Dendam

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pidato perdananya kepada publik setelah resmi menggantikan ayahnya sebagai pemimpin negara. Dalam pesan tersebut, ia langsung melontarkan kritik keras kepada Amerika Serikat dan sekutunya.

Pidato yang disiarkan melalui media pemerintah Iran itu menegaskan bahwa Teheran tidak akan mundur dari konflik yang sedang berlangsung. Mojtaba menegaskan Iran siap melawan tekanan militer maupun politik dari Washington.

Dalam pesannya, ia juga bersumpah akan membalas kematian sejumlah tokoh Iran yang tewas akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut menewaskan beberapa pejabat penting, termasuk ayahnya, pemimpin tertinggi Iran sebelumnya.

Mojtaba menegaskan bahwa pembalasan terhadap musuh Iran menjadi prioritas pemerintahannya. Ia menyebut darah para “martir” Iran tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Selain itu, pemimpin baru Iran tersebut menegaskan kebijakan untuk terus menekan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Salah satu langkah yang disebutkan adalah mempertahankan penutupan Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran energi paling penting di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk. Penutupan jalur tersebut berpotensi mengganggu pasokan energi global.

Dalam pidatonya, Mojtaba juga menyerukan negara-negara di kawasan untuk menutup pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah mereka. Ia menilai keberadaan pangkalan tersebut hanya memperburuk ketegangan regional.

Meski mengeluarkan ancaman keras terhadap Washington, Mojtaba menyatakan Iran tetap ingin menjaga hubungan dengan negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah. Ia meminta negara Arab tidak ikut campur dalam konflik tersebut.

Pidato tersebut menjadi pernyataan publik pertama Mojtaba sejak ia ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran oleh Majelis Ahli pada awal Maret 2026.

Pengangkatannya terjadi setelah kematian pemimpin sebelumnya dalam serangan yang memicu eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dengan nada tegas dalam pidato perdananya, Mojtaba Khamenei menunjukkan bahwa Iran tidak akan mengendurkan sikap terhadap Amerika Serikat dan sekutunya, bahkan membuka kemungkinan konflik yang lebih luas di kawasan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.