Rupiah Melemah di Awal Perdagangan, Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.000

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat, 13 Maret 2026. Mata uang Garuda tercatat melemah di awal sesi perdagangan di tengah sentimen global yang masih tidak menentu.

Berdasarkan data pasar spot, rupiah dibuka di level sekitar Rp16.923 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan sekitar 30 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di kisaran Rp16.893 per dolar AS.

Pergerakan ini membuat rupiah kembali mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang domestik terlihat masih cukup kuat sejak awal pekan.

Sejumlah analis menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global. Konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang mendorong investor mencari aset aman seperti dolar AS.

Selain itu, lonjakan harga minyak dunia juga ikut menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kenaikan harga energi global berpotensi meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara.

Di sisi lain, pergerakan dolar AS di pasar global masih relatif kuat terhadap sejumlah mata uang Asia. Kondisi ini membuat banyak mata uang regional bergerak melemah secara bersamaan.

Beberapa mata uang Asia seperti dolar Taiwan, peso Filipina, dan rupee India tercatat ikut mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada perdagangan hari yang sama.

Sementara itu, pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter global. Data tersebut diyakini dapat memicu volatilitas baru di pasar keuangan.

Investor saat ini juga memantau perkembangan konflik geopolitik yang berpotensi memicu arus keluar modal dari negara berkembang. Kondisi ini sering kali berdampak langsung terhadap stabilitas nilai tukar.

Meski mengalami tekanan, sejumlah analis memperkirakan rupiah masih memiliki peluang untuk stabil jika sentimen global mereda dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, pelaku pasar disarankan tetap mencermati perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.