10 Saham Tumbang hingga 49 Persen, Investor Dibuat Boncos di Tengah Gejolak Pasar

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan pasar saham Indonesia kembali menghadirkan kejutan bagi pelaku pasar. Dalam sepekan terakhir, sejumlah saham mengalami penurunan tajam hingga membuat banyak investor merugi.

Data perdagangan menunjukkan bahwa sedikitnya 10 saham mengalami koreksi sangat dalam dan masuk kategori top losers selama periode perdagangan tersebut. Penurunan harga saham bahkan mencapai kisaran 20 persen hingga hampir 50 persen dalam waktu relatif singkat.

Tekanan tersebut terjadi di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga mengalami pelemahan selama periode perdagangan pekan tersebut. IHSG tercatat turun sekitar 0,44 persen dan ditutup di level 8.235,4 dari posisi sebelumnya di 8.271,7.

Seiring dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga ikut menyusut. Nilai kapitalisasi pasar tercatat turun sekitar 1,03 persen menjadi Rp14.787 triliun dari sebelumnya Rp14.941 triliun.

Di antara saham yang mengalami penurunan paling dalam adalah saham PT Indospring Tbk (INDS). Harga saham perusahaan tersebut merosot hingga sekitar 49,59 persen menjadi Rp1.230 dari sebelumnya Rp2.440.

Selain itu, saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) juga mengalami tekanan cukup besar dengan penurunan sekitar 41,67 persen menjadi Rp1.260 dari posisi sebelumnya Rp2.160.

Beberapa saham lain juga ikut mengalami pelemahan signifikan, seperti PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) yang turun sekitar 34,74 persen serta PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) yang terkoreksi sekitar 27,94 persen.

Penurunan juga terjadi pada saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang melemah sekitar 24,86 persen. Sementara itu, saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) ikut tertekan dengan penurunan sekitar 22,13 persen.

Tidak hanya itu, saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) turun sekitar 21,72 persen dan PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) melemah sekitar 21,53 persen.

Saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) juga ikut masuk dalam daftar saham yang terpukul dengan penurunan sekitar 20,43 persen. Sementara itu, saham PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) turun sekitar 20,16 persen selama periode perdagangan tersebut.

Meski sebagian saham tertekan cukup dalam, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia tetap menunjukkan dinamika yang tinggi dengan meningkatnya nilai transaksi harian serta volume perdagangan saham.

Para analis menilai volatilitas pasar seperti ini merupakan bagian dari dinamika pasar modal. Investor pun diingatkan untuk tetap berhati-hati, melakukan analisis fundamental sebelum membeli saham, serta menjaga diversifikasi portofolio guna meminimalkan risiko kerugian.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.