Jakarta, Semangatnews.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah muncul kabar mengenai potensi invasi darat yang dipertimbangkan Washington.
Militer Iran secara terbuka mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap upaya invasi darat oleh Amerika Serikat akan berujung pada konsekuensi besar.
Peringatan itu disampaikan langsung oleh juru bicara militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, yang menegaskan kesiapan penuh pasukan negaranya.
Ia bahkan melontarkan pernyataan tajam bahwa tentara Amerika akan menjadi “makanan hiu” di kawasan Teluk Persia jika invasi benar-benar terjadi.
Pernyataan tersebut menjadi simbol kuat perlawanan Iran terhadap tekanan militer yang terus meningkat dari pihak Amerika.
Zolfaqari juga menyebut bahwa militer Iran telah lama menunggu kemungkinan serangan darat untuk menunjukkan kekuatan mereka.
Ia menilai ancaman invasi yang kerap dilontarkan oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump, tidak lebih dari sekadar retorika.
Namun di sisi lain, laporan media internasional menyebut Pentagon memang tengah mempersiapkan skenario operasi darat jika serangan udara tidak mencapai hasil yang diinginkan.
Disebutkan bahwa ribuan pasukan Amerika telah dikerahkan ke kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari kesiapan tersebut.
Sekitar 3.500 tentara AS dilaporkan sudah berada di wilayah tersebut, termasuk ribuan marinir yang siap diterjunkan.
Menanggapi hal itu, Iran memperkuat sistem pertahanan di berbagai titik strategis, termasuk wilayah perbatasan dengan Irak dan sekitar Selat Hormuz.
Kawasan tersebut dianggap krusial karena menjadi jalur utama pergerakan militer dan perdagangan energi global.
Situasi ini menandai eskalasi serius dalam konflik geopolitik yang berpotensi memicu dampak luas bagi stabilitas kawasan maupun dunia.(*)

