Pelukis Allatif Tampil dengan 17 Karya Melalui Pameran Tunggal di T_Space, Bintaro, Tangerang Selatan

by -
Pelukis Allatif Tampil dengan 17 Karya Melalui Pameran Tunggal di T_Space, Bintaro, Tangerang Selatan
Allatif Kiri bersama pemeran dan presenter Ibnu Jamil usai menyaksikan pameran

Catatan Kecil : Muharyadi

JAKARTA, SEMANGATNEWS.COM – Tidak kurang 17 lukisan karya perupa Allatif (48 th) digelar dalam suatu pameran tunggal sejak 1 sd 17 April 2026 mendatang di ruang pameran T_Space, di Kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Pameran bagi perupa Allatif ini mengusung tema “Kekuatan Mereka Yang Tak Berdaya” bukan pertama kalinya di lakukan. Secara kolektif bagi kelaki kelahiran 5 Mei 1978 telah sering berpameran diberbagai tempat di Indonesia. Dalam pameran tunggal ia baru pertama kali menggelar,” ujar lelaki alumni IKJ (Institut Kesenian Jakarta) 2010 yang sebelumnya pernah juga mengenyam pendidikan di SMSR/SMKN 4 Padang (1997) kepada Semangatmews.com, Minggu sore (5/04/2026).

Allatif, Mata Batu,akrilik 100x200 cm, 2015
Allatif, Mata Batu,akrilik 100×200 cm, 2015

Dan pameran tunggal yang dilaksanakan selama lebih dua minggu ini menarik untuk diamati dan disimak, mengingat lokasi pameran benar benar refresentatif karena konsepnya ruang pameran merupakan tempat yang bisa menyupport berbagai aktivitas, satu diantaranya tempat buat seniman memamerkan karya-karya”, milik Tompi Penyanyi yang juga dokter dengan konsep ; “tempat di mana Kolaborasi, Kreativitas dan Kesejahteraan bertemu di bawah satu atap”.

Karya Kombinasi Dalam Dua Kecendrungan

Mengamati sejumlah karya karya Allatif dengan mata telanjangm tidak serta merta dengan mudah dapat dipahami, apalagi kita melihat terdapat kombinasi kecendrungan abstrak dan ekspresionisme dimana abstraksionisme lebih kepada menggunakan warna dan bentuk yang acak dan tidak terbatas sementara merupakan wujud bawah sadar dengan menciptakan berbagai bentuk yang terjadi dengan sendirinya karena cat yang digoreskan di atas kanvas. Yang pada akhirnya abstrak ekspresionisme menjadi pengekspresian secara totalitas karya.

Allatif, mata batu 2, akrilik 100x200  cm 2021
Allatif, mata batu 2, akrilik 100×200 cm 2021

Lihat karyanya tahun 2015, Mata Batu,akrilik 100×200 cm, karya Mata Batu,akrilik 100×200 cm, 2021 dan Self-Efficacy, 120×150 cm, akrilik, 2026 ketiganya melalui bentuk non figuratif lebih menekankan ekspresi emosional dan subjektif yang dapat mengubah secara signifikan objek-objek tertentu, hingga esensi semata. Begitu juga dengan sederatan karya-karyanya yang lain dan mendorongnya lebih berkiblat dalam kecendrungan ini.

Di karyaAllatif, unsur visual disusun dengan sedemikian rupa hingga menyampaikan pesan serta kesan tertentu. Unsur visual tersebut, memiliki karakter sekaligus makna simbolik yang ingin disampaikan oleh seniman abstrak. Karakter maupun makna simbolik dari unsur visual, dapat menyiratkan mengenai makna tertentu yang diinginkan oleh pelukisnya.

Allatif, self-efficacy, 120x150 cm, akrilik, 2026
Allatif, self-efficacy, 120×150 cm, akrilik, 2026

Akan hal ini saya menjadi teringat dengan Harold Rosenberg menjelaskan:bahwa karya seni menjadi “peristiwa”. Untuk alasan ini, ia menyebut gerakan ini sebagai Action Painting yang juga disebut sebagai abstraksi gestural karena sapuan kuasnya mengungkapkan proses artis. Proses ini adalah subjek dari seni itu sendiri.

Allatif lebih berobsesi mencintainya sebagai pilihan kerja lukis melukis sebagai rujukan berkarya. Yang pasti Allatif karya-karyanya, unsur visual yang disiasatinya terlihat disusun sedemikian rupa hingga menyampaikan pesan serta kesan tertentu yang memiliki karakter sekaligus makna simbolik yang ingin disampaikan ke penikmatnya.

Allatif menjelaskan sejumlah karya di ruang pameran
Allatif menjelaskan sejumlah karya di ruang pameran

Dalam catatan kita merujuk buku Pengantar Studi Seni Rupa yang disusun oleh Edwin Buyung Syarif, M.Sn., ‎Prof. Drs. Jakob Sumardjo (2021: 82) menyebutnya bahwa karya karya abstrak ekspresionisme dibuat oleh berbagai tokoh seniman berbakat di dunia, salah satunya adalah Jackson Pollock. Bahkan melukis dengan teknik ekspresionis abstrak ini lebih dominan terdapat di Amerika.

Dan banyak juga mengembangkannya sebagai kecendrungan representasi dan non representasi serta mengembangkan teknik ekspresionis abstrak untuk melukis figur-figurnya. Allatif melihat semuanya menjadi catatan sebagai rujukan di karya karyanya untuk menghadirkan goresan kuasnya lebih cepat.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya Allatif melahirkan karya karya di wilayah kreativitasnya terlihat memiliki kemampuan unik untuk membangkitkan emosi tanpa batas, melalui bahasa visual melalui interaksi warna, garis, dan bentuk yang menimbulkan dinamika dan respons beragam dari apa yang ditampikan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.