Jakarta, Semangatnews.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak setelah peringatan keras dilontarkan Teheran kepada Presiden AS Donald Trump terkait ancaman serangan lanjutan.
Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan parlemen Iran yang menilai langkah Trump sangat berbahaya dan berpotensi memicu konflik lebih luas di kawasan.
Ia menyebut ancaman terhadap infrastruktur Iran sebagai tindakan sembrono yang tidak hanya membahayakan satu negara, tetapi seluruh kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Iran menegaskan bahwa kebijakan agresif Washington justru akan membawa konsekuensi besar bagi stabilitas regional.
Bahkan, Iran secara tegas memperingatkan bahwa tindakan tersebut bisa membuat seluruh kawasan “terbakar” jika konflik terus dipicu tanpa kendali.
Peringatan ini muncul setelah Trump mengeluarkan ultimatum keras terkait pembukaan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.
Trump bahkan mengancam akan menyerang fasilitas penting seperti pembangkit listrik dan jembatan jika Iran tidak memenuhi tuntutan tersebut.
Iran menilai ancaman itu tidak hanya provokatif, tetapi juga berpotensi melanggar hukum internasional jika benar-benar menargetkan infrastruktur sipil.
Situasi semakin panas setelah Iran juga mengancam akan melakukan balasan yang lebih luas dan menghancurkan jika serangan terhadap wilayahnya terus berlanjut.
Konflik ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi militer antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya, termasuk Israel, yang telah menimbulkan korban dan kerusakan di berbagai wilayah.
Sejumlah pihak internasional pun mulai menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi perang besar yang dapat berdampak global, termasuk terhadap ekonomi dunia.
Hingga kini, peluang diplomasi masih terbuka, namun retorika keras dari kedua pihak membuat situasi semakin sulit dikendalikan.(*)

