SAWAHLUNTO, SEMANGATNEWS.COM – Pelaku industri jasa penginapan menggelar acara Halal Bihalal Keluarga Besar Perhimpunan Homestay Sumatera Barat (PHSB) sekaligus peringatan Milad ke-15 Asosiasi Homestay Sawahlunto, Minggu (12/4/2026), di kawasan wisata Meer Von Kandi.
Riyanda Putra menyampaikan bahwa sektor homestay memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan pariwisata daerah. Ia menilai keberadaan penginapan berbasis rumah warga tidak hanya sebagai alternatif akomodasi, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan kearifan lokal kepada wisatawan.
Wali Kota yang hadir didampingi Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, Drs. Irzam, K.Mm, disambut antusias oleh perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat serta ratusan anggota PHSB dari berbagai kabupaten dan kota.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut semakin menegaskan bahwa sektor homestay menjadi garda terdepan dalam menyuguhkan pengalaman autentik bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Sawahlunto sebagai kota warisan dunia.
Riyanda Putra menekankan pentingnya profesionalisme pengelola homestay tanpa meninggalkan nilai-nilai humanis. Menurutnya, kombinasi tersebut menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya tarik wisata.
“Homestay merupakan mitra strategis kami dalam pengembangan sektor pariwisata. Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, kami berharap homestay mampu menjadi pilihan akomodasi utama bagi wisatawan, pengunjung, maupun peserta berbagai event besar di Kota Sawahlunto. Kualitas pelayanan yang diberikan adalah wajah dari keramah-tamahan kota ini,” ujarnya.
Kemeriahan acara turut diramaikan oleh deretan stan UMKM yang memadati area kegiatan. Berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner tradisional hingga kerajinan tangan ekonomi kreatif, dipamerkan oleh peserta dari berbagai daerah seperti Padang, Agam, Solok, hingga Pesisir Selatan.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk bertukar ide serta memperluas jaringan pemasaran produk lokal.
Integrasi antara sektor homestay dan UMKM dinilai sejalan dengan visi pembangunan Kota Sawahlunto “Hidup dan Menghidupi”. Pemerintah kota berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Konsep tersebut menitikberatkan pada kemandirian ekonomi masyarakat, di mana sektor pariwisata tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi mampu memberikan dampak luas melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal serta penguatan peran komunitas dalam pembangunan daerah. (Nova).

