SAWAHLUNTO, SEMANGATNEWS.COM – Pemerintah Kota Sawahlunto kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional melalui penguatan infrastruktur pemenuhan gizi masyarakat.
Wali Kota Sawahlunto yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Rovanly Abdams, secara resmi meresmikan sekaligus meninjau operasional Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) 003, Pada Rabu, (15/4/2026) di Desa Talawi Hilir.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan intervensi gizi bagi pelajar dan kelompok rentan di wilayah tersebut berjalan optimal dan berkelanjutan. Fasilitas yang dikelola oleh Yayasan Garuda Sinergi Nusantara ini menjadi titik penting dalam peta sebaran layanan gizi di Sawahlunto.
SPPG 003 Talawi Hilir tercatat sebagai unit kedua yang beroperasi di kota tersebut, menyusul SPPG Santua Barangin yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Sawahlunto. Dengan bertambahnya fasilitas ini, jangkauan layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin luas dan memungkinkan intervensi kesehatan dilakukan secara lebih terukur.
Berdasarkan laporan operasional, dapur SPPG 003 Talawi Hilir mampu memproduksi sebanyak 1.472 porsi makanan sehat setiap harinya. Sasaran distribusi tidak hanya pelajar, tetapi juga kelompok prioritas lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Program ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
“Kehadiran SPPG 003 ini merupakan manifestasi nyata dari kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan yayasan dalam memastikan tidak ada kelompok rentan di Sawahlunto yang kekurangan gizi. Kami ingin memastikan setiap porsi makanan memenuhi standar nutrisi yang mendukung pertumbuhan dan kecerdasan anak-anak,” ujar Rovanly Abdams saat peninjauan.
Selain meningkatkan layanan gizi, operasional dapur ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Sebanyak 39 relawan dilibatkan dalam pengelolaan dapur, membuka peluang kerja bagi warga setempat. Di sisi lain, program ini turut menggandeng sedikitnya tujuh pelaku UMKM di Talawi sebagai pemasok bahan baku pangan, sehingga mendorong perputaran ekonomi lokal.
Untuk menjaga kualitas layanan, Pemerintah Kota Sawahlunto menginstruksikan perangkat daerah terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian agar melakukan pengawasan berkala. Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan standar higienitas, komposisi nutrisi, serta distribusi berjalan sesuai ketentuan.
Rovanly Abdams menekankan pentingnya respons cepat terhadap berbagai kendala di lapangan melalui komunikasi yang efektif dalam tim terpadu.
“Setiap kendala harus segera dikoordinasikan agar dapat ditindaklanjuti secara sistematis. Kita tidak boleh membiarkan risiko operasional mengganggu jalannya program, karena ini menyangkut masa depan generasi muda Sawahlunto,” tegasnya. (Nova).

