Kelompok 7 Tata Kelola Seni, FSRD, ISI Yogyakarta, Menggelar pameran “Merawat Pijar, Menyelaras Bunyi : Praktik Artistik KuaEtnika 1996–2026 di Yogyakarta

by -
Nandhika Fardha Azzahra, Kurator pameran “Merawat Pijar, Menyelaras Bunyi dan Praktik Artistik KuaEtnika 1996–2026, Yogyakarta
Nandhika Fardha Azzahra, Kurator pameran “Merawat Pijar, Menyelaras Bunyi dan Praktik Artistik KuaEtnika 1996–2026, Yogyakarta

YOGYAKARTA, SEMANGATNEWS.COM – Kelompok 7 Jejak Ngrumat Karya S1 Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISI Yogyakarta menggelar pameran bertajuk “Merawat Pijar, Menyelaras Bunyi: Pameran Arsip KuaEtnika 1996–2026” yang diselenggarakan Sejak 1 hingga 4 Mei 2026 mendatang di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja Yogyakarta.

Pameran yang rencananya dibuka Butet Kartaredjasa, 1 Mei 2026 pukul 18.00 WIB mendatang tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran akademik mahasiswa pada mata kuliah Tinjauan Kelola Pameran 1, Program Studi S1 Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISI Yogyakarta.

Menurut kurator pameran, Nandhika Fardha Azzahra, kepada semangatnews.com, Selasa Malam, (21/04/2026) menyebutkan, praktik artistik KuaEtnika sebagai kelompok musik yang konsisten mengolah tradisi melalui eksplorasi lintas bunyi selama hampir tiga dekade. Penyajian arsip dalam ruang pameran ini meliputi catatan proses, dokumentasi, rilis karya, hingga kliping. Beberapa aspek tersebut dihadirkan sebagai upaya untuk menempatkan arsip menjadi bagian penting dari ingatan kolektif yang merekam perjalanan musikal KuaEtnika dari waktu ke waktu.

Dalam “Merawat Pijar, Menyelaras Bunyi” pengunjung tak hanya melihat kemegahan apaian artistik KuaEtnika, lebih dari itu kumpulan arsip yang hadir membuka lapisan proses kreatif mereka yang jarang terlihat. Pengunjung diajak menelusuri eksplorasi antara dialog tradisi dan modernitas yang terjalin melalui proses artistik mereka selama tiga dekade, sekaligus merefleksikan pentingnya arsip untuk disimpan,dirawat, dan dibaca ulang.

Melalui pameran ini juga turut menghadirkan karya-karya seniman sebagai bentuk penghormatan kepada Djaduk Ferianto, sosok penting dibalik terbentuknya KuaEtnika. Melalui pendekatan ini, pameran diharapkan menjadi ruang refleksi bagi publik untuk melihat kembali kedalaman proses berkarya di tengah arus budaya yang serba cepat melalui karya Seniman : KuaEtnika, Romo Farano, Angga Yuniars, Hendra Irawan, Doni Maulistya

Pameran yang bakal seru dan menarik perhatian publik ini terbuka untuk umum dengan sistem tiketing melalui pembukaan pameran dengan tarif Rp25.000 (dua puluh lima ribu rupiah untuk mahasiswa danpelajar) serta Rp30.000 (tiga puluh ribu ruoiah) untuk umum, dengan menghubungi langsung panitia Aditya (0881026131338) dan Admin Jangkar (085111044730),” ujar Nandhika (mh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.