“Alif dan Alam” Pameran Unik, Bahkan Satu-satunya di Dunia di Sakato Art Space Yogyakarta

by -
Alif dan Alam” Pameran Unik, Bahkan Satu-satunya di Dunia di Sakato Art Space Yogyakarta
Syaiful Adnan, Do`a Khatmil Qur`an, Acrylic, 150x150 cm, 2026

YOGYAKARTA, SEMANGATNEWS.COM – Sakato Art Space Yogyakarta, di Jalan Kebayan RY 02 DK III, Jeblog Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, Yogyakarta sejak kamis, 16/05/2026 hingga hari ini 21/04/2026 menggelar pameran “Alif dan Alam” yang menyuguhkan karya dua dan tiga dimensi diikuti 20 perupa nasional. Pameran ini merupakan kegiatan unik, bahkan dapat dikatakan satu-satunya di dunia, di mana tadarus Al-Qur’an diselenggarakan secara rutin oleh komunitas seni rupa.

Peserta yang berpameran terdapat Agus Kamal, Agus Bakul, Doni Fitri, Erizal, Loli Rusman, Hendra Buana, Riki Antoni, Refijon, M. Agus Burhan, Syaiful Adnan, Robert Nasrullah, Ustaz Deri Sulaiman, Jhoni Waldi, Basrizal Albara, Rispul, Nasirun, Stefan Buana, Iin Risdawati. Pameran ini menghadirkan berbagai karya merujuk gagasan seputar tema “Alif dan Alam”, sebagaimana disampaikan koordinator pameran, Basrizal Albara, Senin Malam, (21/04/2026).

Robert Nasrullah, Pasca Alif, Acrylic, 50 x 30 cm, 2026
Robert Nasrullah, Pasca Alif, Acrylic, 50 x 30 cm, 2026

Menurut Basrizal Albara, pameran ini diselenggarakan sebagai wujud syukur atas khatam Al-Qur’an dalam kegiatan tadarus rutin malam Jumat di Sakato Art Community dan penggalangan donasi untuk korban bencana.

Saat pembukaan pameran yang diresmikan Prof. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum itu. Kamis malam 16 April 2026 itu menyebutkan ; pameran ini merupakan kegiatan yang unik, bahkan dapat dikatakan satu-satunya di dunia, di mana tadarus Al-Qur’an diselenggarakan secara rutin oleh komunitas seni rupa. Ekspresi pameran ini hendak menyampaikan gagasan-gagasan yang bersifat sakral sekaligus profan, dengan pandangan bahwa semesta bermula dari Alif dan pada akhirnya kembali kepada “Alif”.

Jhoni Waldi, Strategi, Cat Minyak, 100x80 cm, 2025
Jhoni Waldi, Strategi, Cat Minyak, 100×80 cm, 2025

Salah seorang peserta pameran yang juga pelukis dan penilisa, Robert Nasrullah, kepada media ini menyampaikan bahwa tema “Alif dan Alam” dipilih sebagai bingkai gagasan untuk mengakrabi kalam Allah dalam Al-Qur’an (ayat qauliyah), sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap alam semesta (ayat kauniyah).

Basrizal Albara, Desaku, Mixed Media, 100 x 80 cm, 2026
Basrizal Albara, Desaku, Mixed Media, 100 x 80 cm, 2026

Membaca, mempelajari, dan mengamalkan ayat Al-Qur’an akan memberikan dampak positif bagi pembacanya, seperti ketenangan hati, kekuatan iman, serta petunjuk untuk menjalani kehidupan. Dengan berempati terhadap alam semesta manusia juga dapat memperoleh energi positif yang dapat mendukung keseimbangan hidup. Alif dan Alam juga dipilih sebagai tema pameran untuk menggali falsafah “adat basandi syarak Kitabullah” dan “alam takambang jadi guru”.

Agus Kamal, Yang Terpisah, Cat Minyak, 100 x 100 cm, 2025
Agus Kamal, Yang Terpisah, Cat Minyak, 100 x 100 cm, 2025

Dengan menggali Alif dan Alam diharapkan mampu membangun spirit keimanan dan kesalehan sosial bagi perupa dan penikmatnya. Jhoni Waldi dari Sakato Art Comunty mengharapkan agar tadarus Al-Qur’an terus berjalan dan setiap khataman diselenggarakan pameran sebagai wujud syukur,” ujar Robert.

Acara pembukaan dimeriahkan dengan pertunjukan musik yang menginterpretasikan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta sebagai sebuah harmoni dalam membangun komunikasi horizontal dan vertikal. Pertunjukan tersebut dibawakan oleh Rozalvino, didukung oleh musisi M Halim, Admiral, Abdullah Anshor, Rava Alfajri Ramadhan, Sahrul Ramadhan, Yaldi Ardiansyah. (mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.