IHSG Ambruk 6%, Asing Justru Diam-Diam Borong Saham Ini

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Gejolak pasar saham kembali mengguncang Indonesia setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga sekitar 6 persen. Kondisi ini menjadi salah satu tekanan terbesar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang kurang kondusif. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta ketidakpastian ekonomi global turut memperparah kondisi pasar.

Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat merosot hingga lebih dari 6 persen. Aksi jual investor asing pun cukup deras, dengan nilai mencapai triliunan rupiah di seluruh pasar saham.

Meski demikian, di balik tekanan besar tersebut, pergerakan investor asing justru menunjukkan pola menarik. Tidak semua saham dilepas, beberapa justru mulai dikoleksi secara bertahap.

Fenomena ini dikenal sebagai aksi akumulasi, di mana investor besar memanfaatkan harga saham yang sedang turun untuk membeli di level rendah. Strategi ini kerap dilakukan saat pasar berada dalam kondisi bearish.

Sejumlah saham yang memiliki fundamental kuat menjadi target utama aksi beli tersebut. Investor asing cenderung selektif dengan memilih emiten yang dinilai masih memiliki prospek jangka panjang cerah.

Di sisi lain, tekanan terhadap IHSG juga dipicu oleh faktor eksternal, seperti kebijakan suku bunga global dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar. Hal ini berdampak langsung terhadap arus modal ke pasar berkembang, termasuk Indonesia.

Data menunjukkan bahwa secara year-to-date, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih dalam jumlah besar. Namun, adanya akumulasi di saham tertentu menandakan peluang masih terbuka.

Analis pasar menilai kondisi ini sebagai fase konsolidasi. Meskipun terlihat negatif di permukaan, pergerakan ini bisa menjadi momentum bagi investor jangka panjang untuk masuk ke pasar.

Strategi “buy on weakness” pun kembali menjadi sorotan. Investor berpengalaman biasanya memanfaatkan momen penurunan tajam untuk mengumpulkan saham berkualitas.

Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, pelaku pasar diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengedepankan analisis fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.