Iran Siap Buka Selat Hormuz, Tapi AS Diminta Cabut Blokade

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Iran menawarkan kesepakatan kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, tawaran tersebut disertai syarat tegas yang harus dipenuhi Washington.

Iran meminta agar Amerika Serikat mengakhiri blokade militer yang selama ini diterapkan terhadap negaranya. Tanpa pencabutan blokade tersebut, Iran tidak bersedia membuka jalur laut strategis itu.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan global, terutama untuk distribusi minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur ini, sehingga setiap gangguan berdampak besar pada ekonomi internasional.

Dalam proposal terbaru, Iran juga mengusulkan agar pembahasan terkait program nuklir ditunda terlebih dahulu. Fokus utama diarahkan pada penghentian konflik dan pembukaan jalur pelayaran.

Tawaran ini disebut sebagai upaya meredakan ketegangan yang telah berlangsung sejak konflik meningkat pada awal 2026. Situasi tersebut menyebabkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz menurun drastis.

Data terbaru menunjukkan bahwa lalu lintas kapal di kawasan tersebut mengalami penurunan signifikan. Bahkan dalam satu hari, hanya beberapa kapal yang melintas dibandingkan ratusan kapal pada kondisi normal.

Proposal Iran disampaikan melalui jalur diplomasi tidak langsung, yakni melalui mediasi Pakistan. Langkah ini menunjukkan adanya upaya mencari jalan tengah di tengah kebuntuan negosiasi.

Meski demikian, respons dari pihak Amerika Serikat masih belum jelas. Pemerintah AS tetap menekankan bahwa isu nuklir Iran menjadi prioritas utama dalam setiap kesepakatan.

Presiden AS dikabarkan akan menggelar pertemuan dengan tim keamanan nasional untuk membahas proposal tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa situasi masih dalam tahap pertimbangan serius.

Sejumlah analis menilai tawaran Iran sebagai strategi diplomasi untuk mengurangi tekanan internasional sekaligus menjaga kepentingan ekonominya.

Kini, dunia menanti apakah kedua negara dapat mencapai kesepakatan, mengingat stabilitas Selat Hormuz sangat berpengaruh terhadap pasar energi global.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.